Apakah Saya Punya Kebebasan Berpolitik? Menanti Keputusan KPU

Mereka generasi yang sangat menginginkan perubahan di Indonesia bersama Sri Mulyani Indrawati

Mereka generasi yang sangat menginginkan perubahan di Indonesia bersama Sri Mulyani Indrawati

Oleh: Melda Wita Sitompul 

Perspektif Online 05 January 2013  http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1511

Hari Senin tanggal 7 Januari 2013 akan menjadi hari yang sangat penting untuk kehidupan berdemokrasi dan berpolitik bagi bangsa Indonesia… dan saya pada khususnya. Kenapa? Karena pada tanggal tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan partai politik mana saja yang akan ikut berkompetisi dalam Pemilu tahun 2014.

Pertanyaanya kemudian,  apa urusannya penetapan partai peserta pemilu dalam kehidupan anda dan saya? Ini sangat penting untuk masa depan kita, karena kebebasan kita sebagai manusia sosial berada dalam posisi yang terancam. Saya sebenarnya sudah apatis dengan cara partai politik yang ada di parlemen saat ini. Saya muak dengan ketidaktransparanan pejabat partai dan publik, saya bosan dengan retorika palsu mereka tanpa tindakan nyata. Saya tertawa melihat perilaku mereka yang terkadang lebih lucu dari acara komedi sekalipun. Rasanya saya tak ingin pernah lagi menginjakan kaki saya di bilik suara Pemilu yang rasanya seperti sesuatu yang sama sekali tidak berguna.

 

Lebih baik Golput! Bahkan terkadang berfikir untuk pindah kewarganegaraan. Namun setiap saat terbersit keinginan itu, saya selalu ingat ucapan Ibu Sri Mulyani, “Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia” Beberapa bulan terakhir ini, saya menemukan kembali rasa cinta saya akan dunia politik dalam gerakan Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan (SMI-K) dan partai SRI. Gerakan SMI-K mungkin merupakan satu2nya gerakan politik swadaya di Asia dan bahkan di dunia yang dibangun dari social media dengan semangat solidaritas kepada mantan menteri keuangan – Sri Mulyani – dan kemudian menghasilkan sebuah partai politik. Gerakan ini datang dari hati. Kalau bukan dari hati, saya rasa tidak akan mungkin para pengurus dan aktivis SMI-K dan partai SRI menghabiskan waktu mereka lebih dari 2 tahun mempersiapkan diri untuk Pemilu 2014 tanpa ada jaminan bahwa mereka akan dapat berkompetisi, dan mereka tidak menerima imbalan yang setimpal.

 

Saya tergugah oleh kesungguhan mereka mencoba mengubah kebobrokan politik bangsa ini. Dan saya terpanggil untuk memilih partai SRI di tahun 2014.

Saya rindu untuk memiliki rasa antusias saat masuk bilik suara lagi, saya ingin mencoblos logo partai dan calon pemimpin yang saya kenal, bukan calon dari partai yang saya tidak pernah bertemu dan menggunakan uang dan janji-janji palsu untuk terpilih.

 

Saya yakin partai SRI yang lahir dengan semangat transparansi melalui social media akan mampu membawa perubahan baru.

Mungkin ada yang bertanya, apa partai SRI akan konsisten? Atau akan sama seperti partai politik lainnya yg hanya mengumbar janji palsu? Saya rasa ketakutan itu wajar karena kita sudah sering dikecewakan, but it’s a risk worth taking when we vote for Partai SRI! Karena saya tidak ingin kembali lagi hidup dalam kemuakan terhadap oligarki politik yang menguasai media dan melakukan brainwash terhadap masyarakat indonesia.

 

Oleh karena itu saya akan sangat kecewa dan marah jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga independen untuk Pemilu menutup pintu bagi partai SRI untuk berpartisipasi dalam pemilu 2014 dengan alasan yang tidak sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku. UU Pemilu tidak mengenal sistem gugur. Jika ada syarat yang tidak dipenuhi suatu Parta, tidak otomatis Partai itu gugur. Kalau menggunakan sistem gugur, KPU harus terbuka secara fair memaparkan pertimbangannya. Kalau menggunakan sistem gugur, maka semua gugur. Tidak ada partai yang lolos, termasuk partai yang sekarang ada di DPR.

 

Apabila KPU memutuskan untuk tidak meloloskan partai-partai baru – termasuk partai SRI – maka KPU memasung hak berpolitik saya, yang dijamin dalam pasal 28 UUD 1945, dan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam politik.

 

“Berserikat adalah hak dasar warga negara, gratis tidak ada biaya. Yang boleh dilakukan KPU adalah melayani hak konstitusional masyarakat untuk mendapatkan hak dasar tersebut,” Rocky Gerung, Ketua Bidang Politik Partai SRI menegaskan filosofi tugas KPU.

Melalui pernyataan yang muncul di media, terlihat publik sedang diarahkan untuk merayakan pembunuhan partai politik. Padahal UU Pemilu tidak menyatakan bahwa partai yang tidak  memenuhi syarat harus dinyatakan tidak lolos. Tidak ada sistem gugur dalam UU Pemilu. Jika ada, maka semua partai, termasuk partai yang sekarang ada di DPR, harus gugur. Kami berharap media ikut memperjuangkan hak dasar masyarakat dengan jujur. Kami ingin media mengawal proses agar bersama menghentikan pembunuhan parpol.

 

‘Pers Indonesia sudah berkali-kali menyelamatkan demokrasi Indonesia. Kami percaya pers akan kembali menyelamatkan demokrasi indonesia hari Senin nanti,” ungkap Wimar Witoelar, Ketua Majelis Pertimbangan SMI-K pada penutupan Konperensi Pers 5 Januari 2013.

This entry was posted in Partai SRI & KPU. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s