Saatnya Orang Bersih Bersatu dan Bersuara

Partai SRI dg ideologi republikanisme yg berasal dari bawah dan dibentuk oleh orang-orang yg concern dg nasib republik ini.

Partai SRI dg ideologi republikanisme yg berasal dari bawah dan dibentuk oleh orang-orang yg concern dg nasib republik ini.

Oleh: Sony Tan – Aktivis SMI Keadilan

Sistem politik di Indonesia harus lebih baik. Harus ada penyederhanaan jumlah partai politik. Sampai di sini rakyat setuju.

Tapi di balik itu ada manipulasi logika oleh partai parlemen. Target mereka jumlah partai politik maksimal sepuluh. Partai baru yang mau ikut pemilu mereka gugurkan sebelum lahir atau mereka bunuh di usia dini. Sebagian rakyat memang termakan jargon penyederhanaan partai.

Rakyat sudah muak dengan partai parlemen. Rakyat cerdas mengharapkan ada alternatif partai selain partai parlemen tapi rakyat yang punya informasi terbatas ikut-ikutan mencurigai partai baru karena menganggap partai baru sama dengan partai parlemen.

Untuk apa kita punya dua atau tiga partai tapi korup semua? Bukankah lebih banyak partai lebih baik? Biarkan mereka bersaing secara terbuka. Partai korup akan ditinggalkan pemilih, partai bersih akan dapat dukungan. Tentu prosesnya tidak bisa dalam dua atau tiga kali pemilu. Amerika membutuhkan waktu ratusan tahun untuk menyisakan dua partai dalam sistem politiknya. Kita berharap setelah 4 atau 5 kali pemilu lagi akan tersisa dua atau tiga partai di Indonesia. Mereka adalah partai yang masih bisa dipercaya. Partai korup sudah mati semua dan dikubur bersama uang hasil korupsinya.

Kita bersalah. Selama ini kita menjauhi politik karena menganggap kita bersih dan politik itu kotor. Karena itu kita harus maklum kalau orang lain pun masih punya anggapan yang sama. Mereka yang di luar sana menganggap mereka bersih, sekarang giliran kita di SRI yang dianggap kotor.

Karena orang2 bersih masih asyik dengan kebanggaannya sebagai orang bersih maka orang2 kotor dan penjahat politik tetap leluasa berkuasa. Negeri ini memang aneh bin ajaib. Seorang presiden di negara presidensial tak kuasa melawan 9 partai politik di parlemen. Sistem presidensial tapi DPR lebih berkuasa. Dan selama ini kita diam saja. Karena itu partai korup masih tetap berkuasa di parlemen.

Partai korup menggunakan uang hasil korupsinya untuk membeli suara rakyat di setiap pemilu. Rakyat miskin dan bodoh jadi bulan-bulanan koruptor dan penjahat politik. Dan ironisnya.. selama ini kita diam saja. Kita cukup merasa puas ketika kita bisa mengumpat, mengritik dan memaki-maki pejabat dan anggota DPR tapi kita tidak lakukan apa pun untuk mencegah mereka. Rakyat sudah muak dengan kelakuan anggota DPR. Tapi lihatlah mereka tetap belagak bak pahlawan yang rutin plesiran ke luar negeri. Sekarang ketika kita mengritik mereka, mereka tak peduli karena mereka yakin mereka tak akan bisa disentuh apalagi dihakimi. Toh pesaing mereka sudah dibunuh. Yang akan ikut pemilu cuma sepuluh (ups.. lihat catatan di bawah).

Mungkin ini kutuk reformasi yang harus kita alami.*

Catatan: Tulisan ini dibuat sebelum gugatan sengketa pemilu diajukan ke Bawaslu, DKPP dan PTUN. Kita percaya partai yang ikut pemilu 2014 bukan cuma sepuluh. Masih ada orang bersih dan berintegritas di Bawaslu, DKPP, PTUN yang peduli pada nasib bangsa ini. Selamatkan Pemilu 2014 dari KPU yang tidak kredibel.

This entry was posted in Analisis Partai SRI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s