SRI Mulyani: Bakal Capres 2014 Sukses Meraih Simpati Elite

SMI menjadi capres pilihan opinion makers di Indonesia

SMI menjadi capres pilihan opinion makers di Indonesia

Suara Pembaruan, Kamis 27 Desember 2012

Nama Sri Mulyani Indrawati (50) menjadi buah bibir setidaknya dalam empat tahun terakhir.

Dia disanjung, karena sebagai menteri keuangan dinilai mampu membawa Indonesia selamat dari terpaan dampak krisis ekonomi global 2008, di saat banyak negara maju tersungkur. Prestasinya itu membuat majalah Forbes mendudukannya pada peringkat ke-23 wanita paling berpengaruh di dunia pada tahun 2008.

Namun, setahun kemudian, nama Sri Mulyani dikaitkan dengan skandal Bank Century, yakni kasus penggelontoran dana talangan senilai Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan bank itu. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut dianggap bertanggung jawab di balik kebijakan tersebut, karena dianggap berpotensi merugikan negara.

Menghadapi tekanan dari politisi Senayan dalam skandal Century, Sri Mulyani akhirnya tersingkir dari kabinet. Beruntung, Bank Dunia mempercayainya menjadi salah satu direktur pelaksana.

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1998, boleh dikata menjadi momentum yang melambungkan namanya, melalui analisis kritisnya. Hal itu lantas mengantarnya memasuki gerbang dunia birokrasi dan komunitas ekonomi internasional.

Dalam perjalanan kariernya, di saat Pilpres 2014 mendekat, namanya pun mulai disebut-sebut sebagai salah satu kandidat capres. Sri Mulyani cukup punya pengalaman di birokrasi. Dalam kurun enam tahun, dia menduduki kursi menteri di tiga kementerian. Masing-masing sebagai menteri negara perencanaan pembangunan nasional/kepala Bappenas, berlanjut menjadi menteri keuangan, dan sempat merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas menko perekonomian. Karier di kabinet pun diakhiri di kursi menteri keuangan, hingga akhirnya dia dipercaya duduk di jajaran direksi Bank Dunia.

Sri adalah seorang pemimpin yang visioner. Saat menjabat sebagai Kepala Bappenas, dia sudah memprediksi ekonomi Indonesia ke depan akan bertumpu pada konsumsi dan investasi. Namun, dia berharap sektor konsumsi tidak terus menerus dijadikan tulang punggung pertumbuhan. “Investasi mutlak kita butuhkan untuk menyokong pertumbuhan ekonomi. Untuk mendorong peningkatan investasi, perlu adanya perbaikan iklim investasi dan infrastruktur yang memadai,” tegasnya kala itu.

Kemampuannya teruji manakala memimpin Kementerian Keuangan, dan mampu menuntun perekonomian Indonesia terhindar dari dampak krisis finansial 2008. Hal itu membuat founder lembaga konsultasi internasional Castle Asia, James Castle melempar pujian untuk Sri Mulyani. “Dia bisa menjadi menteri keuangan di negara mana pun di dunia ini,” puji Castle.

Didukung Partai SRI

Berpindah tugas ke Washington, tak memudarkan dukungan terhadap dirinya. Sejumlah akademisi dan aktivis masyarakat madani mendeklarasikan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), yang menyatakan akan mengusung Sri Mulyani menjadi capres pada Pilpres 2014.

Anggota Majelis Pertimbangan Partai SRI, Rocky Gerung menyatakan, partainya melakukan persiapan maksimal untuk dapat mencalonkan Sri sebagai presiden dalam pemilu mendatang. Mengenai anggapan Sri yang hanya dikenal di kalangan elite, Rocky membantahnya.

“Komentar itu berasal dari kalangan elite juga. Tapi kami menerima masukan itu dan melakukan road show untuk mengenalkan Sri Mulyani. Kenyataannya, di daerah-daerah mereka semua mengenal Sri Mulyani dan penilaiannya positif. Jangankan daerah perkotaan, daerah pelosok seperti Papua, Aceh dan daerah lainnya, di mana media sangat sedikit, Sri Mulyani dikenal,” terangnya kepada SP di Jakarta, Sabtu (22/12).

Rocky menambahkan, kasus Century yang dianggap menyandera Sri Mulyani juga tidak mendapat perhatian dari masyarakat kelas bawah. “Hampir tidak ada pertanyaan soal itu. Kalaupun ada, mereka justru menanyakan kenapa Sri Mulyani justru dibenci oleh politisi yang bergelimang kemewahan di Senayan. Jadi yang mereka tangkap dari keriuhan politik selama ini adalah kebencian,” terangnya.

Apalagi, lanjut Rocky, secara hukum kasus Century telah tuntas. “KPK dan BPK menyatakan tidak ada pelanggaran. Sekarang Tim Pengawas DPR diperpanjang setahun. Tapi ini kan politik semua,” katanya. Sejumlah kalangan memang menilai doktor ekonomi lulusan University of Illinois Urbana-Champaign, AS, ini memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin nasional pada 2014 mendatang. Dalam survei kualitas personal capres yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) belum lama ini, Sri Mulyani berada di urutan empat di bawah Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Dahlan Iskan.

“Kita tahu Sri Mulyani memiliki kapasitas sebagai seorang ekonom yang unggul. Dia juga memiliki track record yang baik dan sukses menjadi menteri dan kini menduduki posisi strategis di Bank Dunia. Jadi dia adalah salah satu puteri terbaik bangsa ini dan layak disebut sebagai calon presiden,” ujar pengamat politik Dewi Fortuna Anwar.

Namun, lanjut Dewi, masalah yang dihadapi Sri adalah kendaraan politik. Partai SRI yang mengusung Sri Mulyani sebagai capres hingga kini masih bergelut menghadapi verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa lolos menjadi peserta Pemilu 2014. Kalaupun lolos, jalan panjang masih terbentang untuk memenuhi syarat mengajukan capres. Karena itu, menurut Dewi, pencalonan Sri Mulyani akan sangat bergantung pada berubah tidaknya mindset partai politik di Indonesia.

Dewi melihat, semua parpol di Indonesia hanya melihat ke dalam partai sendiri. Padahal, kepercayaan masyarakat terhadap tokoh parpol tengah tergerus. “Partai masih inward looking. Padahal banyak tokoh berkualitas itu berada di luar partai, salah satunya Sri Mulyani,” tandasnya.

Menurutnya, jangankan dengan kandidat dari luar partai, dengan kader dari dalam partai saja banyak capres tidak mau bersaing. “Mau jadi capres justru takut bersaing. Proses ditutup, lalu mengajukan ketua umum saja. Ini aneh,” terangnya. Karenanya, demi masa depan Indonesia, Dewi berharap parpol berubah dan mau memberi kesempatan orang terbaik untuk dijaring menjadi pemimpin nasional.

Dewi menilai, Sri Mulyani memiliki potensi jika diusung gabungan parpol. Hal ini akan membantu menciptakan pemerintahan yang stabil dengan dukungan banyak partai. Usianya yang baru menginjak setengah abad, juga dinilai cocok untuk memenuhi harapan adanya pemimpin muda pada pilpres nanti. Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Pol-Tracking Institute, Sri termasuk kandidat muda potensial pada 2014 mendatang. Dari survei yang dilakukan di kalangan opinion makers dan pakar tersebut, nama Sri Mulyanimuncul di jajaran atas bersama Anies Baswedan dan Joko Widodo.

Dalam beberapa kunjungannya ke Indonesia sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani enggan berkomentar terkait wacana pencapresan dirinya. Namun, awal Oktober lalu, sebagaimana dikutip dari Reuters, Sri menyatakan merasa terhormat dengan dukungan yang diberikan terhadap dirinya untuk menjadi capres. “Selalu menjadi kehormatan buat saya. Karena artinya, ada harapan dan pengakuan untuk sebuah peran yang menurut mereka bisa saya jalani,” ujarnya. [Y-9]

Sumber: http://www.suarapembaruan.com/pages/e-paper/2012/12/27/index.html
Ctt: kesalahan ketik nama Ricky Gerung sudah dikoreksi menjadi Rocky Gerung

This entry was posted in Analisis SMI di Pilpres 2014 and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s