BPK Tidak Berani Audit Century

 

BPK-Century

Ketua BPK Hadi Utomo pernah menyatakan bail out Century menyebabkan negara mengalami kerugian 6,7 triliun. Di sebuah pengadilan kasus Robert Angkasa, seorang saksi ahli auditor BPK dimarahi hakim karena gagal membuktikan kerugian negara pada kasus Century.

Surabaya Post, Jumat, 19/10/2012 | 10:47 WIB

JAKARTA – Banyak pihak mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana talangan Bank Century. Namun Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menilai, KPK kesulitan tangani kasus Century, karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak berani mengaudit kerugian negara kasus tersebut.

Mahfud menyebut KPK memang kesulitan menemukan unsur tindak pidana korupsi karena masih mengumpulkan bukti-bukti terkait perkara. “Kenapa Century tidak bisa digelandang di pengadilan oleh KPK? Karena cara melawan hukumnya yang sulit dibuktikan,” kata Mahfud dalam pidato demokrasi di peluncuran buku Kuasa Rakyat di Hotel JW Marriot Jakarta, Kamis (18/10) malam.

Mahfud memaklumi ketika KPK selalu menunda untuk menaikkan perkara Century ke tahap penyidikan. “Saya memahami ketika KPK selalu menunda. Saya tidak mendukung, tetapi KPK hati-hati dalam hal ini,” sebutnya.

Mahfud menambahkan, KPK juga kesulitan untuk mengetahui ada tidaknya kerugian keuangan negara dari suntikan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun tersebut. “Bagaimana untuk tahu bahwa itu merugikan negara? Harus ada lembaga yang menghitung yaitu BPK. Namun rupanya BPK tidak berani menghitung,” kritiknya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas KPK mengatakan, KPK sudah mengantongi bukti yang menunjukkan ada indikasi tindak pidana korupsi Century. Ia pun berjanji penyelidikan bakal segera ditingkatkan ke tahap penyidikan dan menetapkan seseorang sebagai tersangka. “Akan kami segerakan, untuk menentukan seseorang sebagai tersangka. Kalau begitu, ya sudah ada bukti-buktinya,” kata Busyro saat itu.

Menurut Busyro, dalam ekspose atau gelar perkara terakhir, pihaknya akan mengkaji kembali bukti-bukti tersebut. “Kalau dianggap sudah sempurna, ya sudah, kami akan angkat kasus tersebut,” katanya.

Saat ditanya apakah bukti-bukti yang dikaji KPK itu termasuk rekaman rapat di Istana tanggal 9 Oktober 2008, Busyro hanya tersenyum. Dia hanya menjawab bahwa tersangka pertama kasus Century adalah warga negara Indonesia. “Ya nanti tunggu saja,” ujar mantan Ketua Komisi Yudisial ini.

Sejak memulai penyelidikan Century pada Desember 2009 silam, KPK setidaknya telah meminta keterangan sebanyak 96 orang. Mereka yang dimintai keterangan, di antaranya dari pihak Bank Indonesia (31 orang), Bank Century (39 orang), Lembaga Penjamin Simpanan (11 orang), Komite Stabilitas Sistem Keuangan (2 orang), Badan Pengawas Pasar Modal (1 orang) dan lain-lain (12 orang). KPK juga harus menganalisa sekitar 4000 lembar dokumen yang berkaitan dengan kasus Century.

Selain itu, KPK juga meminta keterangan sejumlah pihak. Mereka di antaranya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini Wakil Presiden Boediono. dtc,kcm

This entry was posted in Update Kasus Century and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s