Apakah Partai SRI Kuat?

 

 Oleh: Wimar Witoelar

[Perspektif Online, 20 July 2012] Menyusul Aburizal Bakrie, sekarang Prabowo melakukan deklarasi sebagai Calon Presiden 2012. Sementara itu sekelompok warga berniat mencalonkan Sri Mulyani sebagai Calon Presiden dari Partai Serikat Rakyat Independen (SRI).  Ini bukan ikut-ikutan, sebab Partai SRI dari awal bertekad calonkan Sri Mulyani. Bukan karena opportunisme tapi karena warga biasa ingin mencalonkan sosok jujur, tegas, mampu. Atas dasar ini ribuan orang biasa bahu membahu mewujudkan Partai SRI.

Sejumlah prinsip besar membedakan pencalonan Sri Mulyani dengan pencalonan Bakrie dan Prabowo. Pertama. Sri  Mulyani bukan politikus berambisi yang mencalonkan dirinya. Sebagai profesional berprestasi. dia tekun menjalankan tugasnya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Akan tetapi tuntutan masyarakat yang menginginkan pemerintahan bersih, menjadi dasar SRI mencalonkan Sri Mulyani

Ada yang bertanya, apakah Partai SRI cukup kuat untuk membawa Sri Mulyani ke kursi kepresidenan? Jawabannya adalah YA, tapi pembuktiannya baru akan terlihat setelah Sri Mulyani menyatakan kesediaannya menerima pencalonan Partai SRI. Sampai sekarang Sri Mulyani sendiri tidak bisa membuka sikapnya kepada publik karena ia menghormati kode etik Bank Dunia yang tidak membenarkan pejabatnya berkomentar mengenai politik negara anggota. Tapi ia menghormati warga Indonesia yang butuh Presiden yang memiliki integritas.

Pekerjaan utama saat ini adalah melanjutkan perjuangan agar Partai SRI lolos verifikasi KPU. Banyak orang belum yakin pada partai SRI walaupun yakin pada Sri Mulyani. Verifikasi Partai SRI akan menjawab keraguan ini. Pada waktu ada yang tanya apakah anggota SRI cemas menghadapi verififkasi, teman saya menjawab dengan Point of the Year: “Yang lebih cemas adalah partai lain, takut kalah saingan” Pasangan Faisal Basri – Biem Benjamin dalam waktu singkat, tanpa dana besar, bisa satu level bahkan mengalahkan calon dari partai besar. Bayangkan Partai SRI yang sudah berjuang satu tahun dan masih punya 2 tahun lagi. Partai lain antara cemas dan menyeberang.

Sebagai indikasi kekuatan Partai SRI, berikut beberapa catatan terakhir:

  • Aceh dan Papua sudah memenuhi target untuk verifikasi KPU. Kepengurusan ada di 90% Kota/Kabupaten.
  • Beberapa daerah sudah dilengkapo DPC Kota/Kabupaten sampai 100 persen, karena masyarakat antusias mau terlibat untuk punya andil dalam perubahan.
  • Hampir rata diseluruh Indonesia, Sri Mulyani populer sebagai tokoh pluralis. Di Papua. Bendera SRI yg dibuat sendiri oleh warga  sudah berkibar di gunung-gunung.
  • DKI sudah lengkap semua DPC 100 persen, termasuk Kepulauan Seribu.

Partai SRI sudah kuat. Sri Mulyani sudah kuat. Saat keduanya merealisasikan gabungan formal dan meninggalkan politik lama, politikus lama susah bersaing. Sri Mulyani didukung oleh warga independen, baik dari Partai SRI maupun diluar.

Perkembangan hubungan bathin antara Sri Mulyani dengan pendukungnya dapat digambarkan selayang pandang.

  1. Pada waktu Sri Mulyani mengundurkan diri dan berangkat ke Bank Dunia, publik terbagi dua antara yang termakan propaganda Golkar-Century dengan orang yang makin yakin akan integritas Sri Mulyani. Setelah Pansus selesai, Golkar menghentikan tekanan dan menjual posisinya untuk memperkuat peran di Koalisi Gabungan. Sebaliknya warga biasa rasional semakin gusar terhadap ketidak adilan yang dialami Sri Mulyani, orang baik yang diperlakukan tidak adil oleh sistem politik.
  2. Lahirlah Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan (SMI-K) dari spontanitas puluhan ribu orang independen, sebagian besar non-politik, untuk menegakkan integritas publik dengan ikon Sri Mulyani tokoh jujur, tegas dan mampu. Teman-teman lama Sri Mulyani loyal dan bersimpati secara pribadi pada Srim Mulyani tapi tidak semua bergabung karena ragu pada proses politik.
  3. Partai SRI lahir dari orang baru di politik dengan satu dua aktivis senior. Mereka bukan politikus partai tapi tokoh yang mendasarkan peran masyarakat mereka pada nilai-nilai integritas.
  4. SMI-K dan SRI berkembang menjadi kekuatan inspirasional dan mendapat dukungan dimana-mana. Sementara Sri Mulyani menekuni tugas Bank Dunia, keadaan politik di Indonesia semakin buruk. Tapi SMI-K menjadi organisasi yang besar dan Partai SRI bahkan mendekati verifikasi KPU dengan cabang-cabang di 33 Provinsi, 470 Kabupaten dan 3500 Kecamatan. Ini bukan dukungan yang main-main, dilakukan oleh orang yang bekerja siang dan malam. Dengan jumlah orang yang tersebar dimana-mana, ini melebihi  dukungan yang pernah dialami Sri Mulyani didalam kariernya sebagai teknokrat. Dia masuk kelas presidensial, bukan lagi profesional semata.

Saat ini aliran politik baru sudah nyata hadir di Indonesia dengan kemenangan calon independen Faisal-Biem mengalahkan pasangan Golkar Alex-Nono. Signifikansi kemenangan ini adalah bahwa setiap suara pemilih Faisal-Biem diperolah dengan kerja keras, rasio, tanpa bohong, tanpa mesin partai, tanpa dana besar.

Andaikata proses politik berjalan seperti sekarang, Partai SRI mendapatkan verifikasi KPU dan mencalonkan Sri Mulyani sebagai Presiden, maka kemungkinan SRI dan Sri Mulyani untuk memenangkan pemilihan Presiden cukup besar. Dukungan tersembunyi di kalangan Pegawai Negeri, kaum Akademik, Profesional, mahasiswa, kaum muda akan muncul ke permukaan. Partai SRI hanya menunggu pernyataan formal dari Sri Mulyani untuk maju dengan kampanye Warga Negara Independen, mendukung Sri Mulyani yang tidak punya kepentingan diluar komitmen untuk menghormati bangsa Indonesia.

Kemungkinan menangnya Sri Mulyani semakin besar  setelah melihat bahwa calon-calon saingannya tidak akan dapat menyainginya dlam persaingan personal satu lawan satu. Orang susah membayangkan bahwa Aburizal Bakrie dan Prabowo adalah orang Indonesia terbaik. Hanya Sri Mulyani yang memenuhi kriteria jujur, tegas, mampu. Ia menawarkan pemikiran yang rasional, konsep yang terbukti dan karakter  yang cemerlang.

Tidak diperlukan dana besar. Yang diperlukan adalah warga Independen yang berdaya bersama-sama, untuk meminjam semboyan yang digunakan oleh kampanya Faisal Basri untuk Gubernur DKI. Faisal Basri dan Sri Mulyani adalah orang sejenis. Mereka adalah kawan, rekan yang saling mendukung dalam memperjuangkan pemerintahan bersih.

Perlu diwaspadai, kuatnya nama Sri Mulyani mengundang kawan-kawan lama dan orang-orang politik lama untuk menggandengkannya dengan partai politik yang punya uang banyak. Kita harapkan ini tidak terjadi.  Partai SRI memperjuangkan politik yang bersih, terbuka bersandarkan warga biasa tanpa kompromi terhadap politik oligarki. Pada akhirnya, semuanya adalah keputusan Sri Mulyani.

Catatan:

Wimar Witoelar adalah salah satu pendiri Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan (SMI-K) yang mendukung Sri Mulyani. Ia tidak masuk pengurus Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) tetapi anggota. Menjalankan kegiatan masyarakat di berbagai kota termasuk mall to mall, terakhir diadakan di Botani Square, Bogor.

Dikutip dari Perspektif Online.

This entry was posted in Kiprah Partai SRI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s