Sri Mulyani: Memerangi Korupsi Tidak Bisa Seorang Diri

sri mulyani for president 2014

Le Monde (sebuah harian di Perancis): ”Sosok dari Indonesia ini dipandang memenuhi semua persyaratan: pengalaman, karisma, dan integritas yang berkilau bagaikan emas”.

Sri Mulyani memang sosok yang pantang menyerah. Dalam wawancaranya dengan Sylvie Kauffmann, yang dimuat di Harian Le Monde, 17 Januari 2012 ia menegaskan kembali komitmennya dalam melawan korupsi. Ia mengatakan bahwa ”pertempuran” yang dilaluinya melawan Panitia Khusus Century yang berujung pada pengunduran dirinya dari kabinet, justru semakin memperkokoh komitmennya untuk berperang melawan korupsi.

“Seseorang tidak dapat melawan korupsi hanya dalam satu malam. Proses tersebut membutuhkan kontribusi, legislasi, transparansi media, dan sistem yudisial yang efektif untuk melawan kekuasaan,” katanya.

Sri Mulyani menegaskan bahwa memerangi korupsi tidak bisa dilakukan sendirian. ”Pengadilan politik” oleh DPR atas upayanya untuk menyelamatkan dampak sistemik perbankan dalam bailout Century, bukanlah akhir dari perjuangannya melawan koruptor.

”Terkadang seorang pembaharu solitaire memang harus kalah dalam pertempuran… Kita seharusnya tidak melihat ini sebagai suatu babak yang terpinggirkan, namun sebagai stimulan yang dampaknya akan lebih luas lagi,” katanya.

Calon Pemimpin Bank Dunia

Nama Sri Mulyani akhir-akhir ini juga ramai dibicarakan di lembaga keuangan internasional tempatnya bekerja saat ini, World Bank. Sosoknya dianggap tepat untuk menggantikan Robert Zoellick, yang jabatannya akan berakhir pada 30 Juni 2012.

Le Monde menulis ”Sosok dari Indonesia ini dipandang memenuhi semua persyaratan: pengalaman, karisma, dan integritas yang berkilau bagaikan emas”. Sri Mulyani sebagai pimpinan World Bank dianggap serasi dengan Christine Lagarde, mantan menteri keuangan Perancis, yang saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di International Monetary Fund (IMF). Dua perempuan berpengaruh di kancah keuangan internasional, tulis Le Monde. Sri Mulyani, yang disebut Le Monde sebagai Muslim moderat dengan gelar doktor ekonomi dari Amerika Serikat, juga dipandang bisa menjadi jembatan antara Timur-Barat, dan bisa mewakili suara pemerintah dan masyarakat di negara-negara berkembang.

Meskipun ada “peraturan tidak tertulis” yang menyatakan bahwa pemimpin IMF semestinya berasal dari Eropa, dan pemimpin World bank berasal dari Amerika Serikat, namun Le Monde mengatakan bahwa negara-negara berkembang telah “membuka mata” dunia Barat bahwa mereka bisa saja menempatkan calon kandidatnya. Pengalaman saat pemilihan pengganti Dominique Strauss Kahn, menjadi bukti bahwa peluang menempatkan orang non-Amerika sebagai pemimpin World Bank, menjadi terbuka. (Ketika itu, ada dua kandidat kuat pengganti Strauss-Kahn, yaitu Christine Lagarde yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Perancis, dan Agustin Carstens, Gubernur Bank Sentral Meksiko, calon yang disebut-sebut mewakili negara berkembang-Red).

Le Monde juga menulis bahwa Sri Mulyani tidak hanya disebut-sebut sebagai calon pemimpin di Bank Dunia. Belakangan ini namanya juga dikaitkan sebagai salah satu kandidat calon presiden Indonesia untuk Pemilu 2014. Presiden Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tengah dalam masa baktinya yang kedua sehingga ia tidak dapat lagi maju untuk menjadi calon.

Penyusunan Kembali Keseimbangan Kekuatan Ekonomi

Di bagian lain dari artikel berjudul Sri Mulyani, I’incorruptible, Sri Mulyani secara lebih rinci berbicara tentang situasi ekonomi global saat ini, yang disebutnya dengan istilah “penyusunan kembali keseimbangan kekuatan”.

“Dunia berubah secara dramatis dan mendasar. Keseimbangan ini mungkin belum terlihat di struktur-struktur insititusi, namun dalam diskusi sehari-hari lebih diperhitungkan. Terlihat jelas bahwa sekarang negara-negara berkembang lebih percaya diri, kredibel, dan dihormati. Keragaman ini tentunya meningkatkan kualitas perdebatan sehari-hari,” katanya.

Krisis ekonomi di Zona Euro menurut Sri Mulyani merupakan pelajaran bagi negara-negara maju saat ini. Pelajaran yang sangat berharga, yang telah dialami oleh negara-negara Asia saat krisis 1997-1998.

“Mulailah memperbaiki parameter makroekonomi Anda, jangan sampai ada defisit anggaran, kendalikan inflasi dan neraca pembayaran Anda,” katanya sambil mengingat masa-masa krisis Asia.

“Kami telah belajar dari masa lalu dan sudah melakukan perubahan, sekarang giliran Eropa… Ini bukanlah hal baru, di masa lalu telah terjadi, dan nampaknya hal ini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang,” katanya lagi.

Komitmen Pada Tugas

Sekali lagi, Sri Mulyani menunjukkan bahwa ia adalah orang yang berkomitmen pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Ketika disinggung tentang pekerjaannya di World Bank, ia mengatakan,

“Saya senang berada di sini, sekarang konsentrasi saya adalah pada pekerjaan saya di sini sehingga dalam waktu dekat saya akan tetap berada di sini,” katanya.

Bagaimana dengan rencana jangka panjangnya, akankah ia berada di Indonesia? “Tentu saja!” jawabnya.

Catatan: Artikel Sri Mulyani, I’incorruptible dapat dibaca di sini.

Sumber terjemahan: Srimulyani.net.

This entry was posted in Wawancara sbg MD World Bank and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s