Mengapa Saya Mendukung Pencalonan Sri Mulyani Sebagai Presiden RI

SMI Partai SRI

Sri Mulyani Indrawati diakui keberhasilannya dalam mereformasi Departemen Keuangan

Oleh: Gadis Arivia*

Tulisan Tosca Santoso di KBR 68 H yang berjudul, “Mengapa Saya Tidak Mendukung Pencalonan Sri Mulyani Sebagai Presiden” membuat saya tergelitik untuk menulis.  Saya mulai memikirkan mengapa saya begitu tertarik dengan sosok Sri Mulyani sedangkan Tosca Santoso tidak.  Sebenarnya jawaban saya sangat sederhana, bahwa sosok Sri Mulyani berkesan buat saya dan terutama bisa dijadikan contoh kepada anak perempuan saya yang memasuki usia remaja.  Paling tidak saya bisa menunjukkan ada tokoh perempuan di dunia politik yang dicalonkan menjadi presiden RI bukan karena dia bekas anak presiden atau istri presiden tapi karena dia benar-benar memiliki kualitas yang dia bangun dengan kerja keras. Dia bukan calon presiden yang mengandalkan tempelan berbagai bintang di dadanya tapi mengandalkan kemampuan diri mengelola pemerintahan yang berdampak pada seluruh rakyat Indonesia.  Dia bukan calon presiden yang mendapatkan gelar pendidikan tertinggi dengan jalan pintas, dia mendapatkan beasiswa dari universitas terkemuka di luar negeri dan lulus dengan gemilang.  Dia bukan dari kalangan konglomerat yang memiliki berbagai bisnis dan akses kekuasaan, tapi dia dari kalangan masyarakat biasa, anak seorang pendidik, kedua orang tuanya (almarhum) guru besar di IKIP Semarang.  Bukankah itu nilai-nilai universal yang kita ajarkan kepada anak-anak kita?  Bukankah anak-anak kita perlu mendapatkan contoh bahwa seseorang yang memiliki integritas layak menjadi pemimpin?

Sri Mulyani adalah seorang pemimpin.  Di tingkat kebijakan ia membuat reformasi konsistensi kebijakan makroekonomi, yaitu bagaimana mendukung kebijakan industri perdagangan dan kebijakan investasi sehingga iklim investasi meningkat. Terbukti di dalam kepemimpinanya, ekonomi Indonesia menjadi sangat sehat.  Pembayaran hutang luar negeri dapat dibayar dalam jangka waktu pendek karena cadangan devisa terus membaik.  Selama Sri Mulyani menjadi menteri, utang perkapita termasuk paling rendah dibandingkan peer group lainnya seperti Cina dan Filipina.

Pekerjaan yang paling berat adalah reformasi birokrasi yang ia lakukan sejak ia menapakkan kakinya di Kementerian Keuangan.  Ia selalu berkata kepada anak buahnya, “kalau kamu korupsi saya akan masukan kamu ke penjara, saya tidak main-main.”  Ia merubah struktur secara besar-besaran membuat kantornya menjadi lebih efektif dan transparan.  Ia memotivasi anak buahnya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan oleh sebab itu, tidak tanggung-tanggung pernah “membersihkan” satu divisi SDM di bagian pajak yang berjumlah 60 orang. Divisi itu telah melakukan manipulasi rotasi dan promosi. Ia sadar betul keberadaan pejabat dan birokrat disokong oleh uang rakyat,  bukankah ia menteri pertama yang sukses menggalang pajak rakyat? Ia tak dapat menyia-nyiakan kepercayaan rakyat kepadanya.  Demikian pula ketika KPK memberitahu bahwa ada 54 orang stafnya yang masih menerima sogokan di Tanjung Priuk, Sri Mulyani dengan enteng menjawab “buktikan kepada saya dan saya akan ganti semua orang itu”.  Dalam waktu tiga bulan, ia bersihkan Tanjung Priuk.

Sri Mulyani adalah sosok yang tegas dan tidak mau berkompromi dalam keputusannya. Kualitas kepemimpinannya ini ia tunjukkan dalam kasus Bank Century.  Ia telah melakukan keputusan yang terbaik bagi negeri ini dan sepenuhnya ia pertanggung jawabkan di hadapan DPR.  Tidak ada uang sesenpun yang ia ambil atau nikmati dari kasus Bank Century, jadi tidak ada dasar kriminal untuk menyeretnya ke meja hijau.  Sepenuhnya kebijakan tersebut telah diketahui oleh pimpinannya.  Namun orang-orang disekelilingnya tidak menghendakinya terutama ketika ia mulai mempersoalkan pajak-pajak para pengusaha yang mengemplang, apalagi ada pengusaha yang menjadi pemimpin partai terkemuka.  Berbagai tuduhan dilontarkan kepada Sri Mulyani termasuk pelabelan “liberal” yang tidak berdasar sama sekali.

Ketika Sri Mulyani memilih mundur, ia bukan kalah.  Hal ini ia tegaskan di dalam pidato perpisahannya bahwa, “saya tidak kalah, saya menang.  Saya berhasil.  Kemenangan keberhasilan saya definisikan karena saya tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang tidak mengiginkan saya tidak disini…”.  Sri Mulyani pergi, Indonesia kehilangan menteri keuangan yang telah berkali-kali mendapatkan penghargaan, dan dunia menerimanya dengan tangan terbuka, Ia menjadi orang Indonesia pertama yang menjabat posisi penting di Bank Dunia, lembaga Internasional terkemuka, membawahi portfolio ratusan negara dan menangani berbagai isu negara berkembang.

Sri Mulyani telah memberikan inspirasi yang begitu besar paling tidak kepada anak saya, Anisa, berusia 16 tahun. Baginya ada contoh nyata di Indonesia dengan apa yang disebut pemimpin berintegritas karena memang sulit mencari sosok seperti itu akhir-akhir ini di negara kita.  Inspirasi juga tertanam pada mahasiswa-mahasiswa lulusan STAN yang merasa kehilangan sebab mahasiswa-mahasiswa ini pernah diwisuda oleh Sri Mulyani ketika ia menjabat. Demikian pula dengan ribuan karyawannya di Kementerian Keuangan yang ditinggalkan, tidak henti-hentinya mereka mengelukan “ibu” mereka.

Saya ingat pada suatu sore di sebuah toko buku, ketika mbak Anik (begitu saya memanggilnya) sedang menikmati kopi, saya bertanya kepadanya, “akankah mbak pulang?”  Ya, I’ll be back katanya.[]

*) Gadis Arivia adalah (lahir di New Delhi, India, 4 September 1964)  adalah seorang aktivis gerakan perempuan, doktor filsafat Universitas Indonesia, dan pendiri Yayasan Jurnal Perempuan.

Sumber: www.srimulyani.net

This entry was posted in Hati Nurani Mereka Bicara SMI. Bookmark the permalink.

7 Responses to Mengapa Saya Mendukung Pencalonan Sri Mulyani Sebagai Presiden RI

  1. Romunas Si says:

    Mengagumkan teladan yg diberikan SRI Mulyani. Sebarkan ini keseluruh generasi muda Indonesia

  2. Suherly Harahap says:

    Saat ini yg terbaik dari stok yg dimiliki Indonesia ya cuma SRI Muliani. Jadi jangan mencari-cari sisi negatif.

  3. Anastasia Nugroho says:

    Looking forward to have Ibu Sri Mulyani Indrawati as “Managing Country Director and CEO” for Indonesia Government Corporations, a.ka Our Lovely Republic of Indonesia, as of 2014.
    Well done, Ibu Anik, you are such an adorable person, you will be marvelous, and perfect for our country boss! *Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia*

  4. adreem68 says:

    ya,saya memang menyadari kecerdasan ibu Sri Mulyani. Namun meski sama-sama satu almamater, saya tidak sepenuhnya percaya dengan tulisan ini. Menurut saya, alangkah baiknya tulisan ini tidak hanya mengekspos kebaikan-kebaikan dari sosok beliau. Terkesan kampanye menjelang PEMILU mendatang. Toh pun kalau dengan kecerdasan beliau segitu hebatnya hingga beliau ditarik ke World Bank, mengapa beliau lebih memilih karir dibandingkan memperbaiki negeri ini? Kalau memang beliau cerdas dan tahu apa yang sebenarnya dengan kasus Century, selesaikan kasus ini hingga tuntas. Jangan lari begitu saja ke World Bank.

    • Tks komentarnya. Silahkan baca wawancara SMI, bhw soal SMI mengabdi di mana adl tergantung penugasan & kepercayaan. SMI mengabdi utk masyarakat dunia di World Bank krn lembaga tsb mengapresiasi, menghargai, dan mengakui kontribusi pentingnya. Dlm sistem politik di Indonesia pd masa kasus Century mengemuka, kemampuan SMI yg anda akui tsb tdk dibutuhkan. Bahkan dia disingkirkan supaya tdk berada dlm sistem pemerintahan saat itu. Jika Anda menganggap tulisan ini bagian dr kampanye utk pencapresan SMI, ya jelas kami akui krn SMI kami pandang memang sgt layak utk memimpin negeri ini. Kami kampanyekan kelebihan SMI yg diakui banyak pihak, bukan mengampanyekan sosok yg tidak memiliki kompetensi, kemampuan, kredibilitas, dan integritas. Tks

  5. IBU SRI MULYANI INDRAWATI seorang tokoh perempuan Indonesia yang telah menggugah pandangan perjuangan hidup saya sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu. Saya seorang mahasiswa yang masih berumur 19 tahun sangat mengidolakan beliau. Beliau memberikan contoh, merupakan teladan yang patut menjadi panutan bagi pribadi saya sebagai mahasiswa. Saya mendukung Bu Ani mencalonkan diri sebagai Presiden RI 2014. Sukses buat Bu Ani.
    salam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s