Wawancara Ketua Umum Partai SRI D.Taufan dengan GATRA

Partai SRI

Ketua Partai SRI Damianus Taufan: Saya belum melihat ada figur lain yang bisa merepresentasi nilai-nilai seperti integritas, etika publik, kejujuran, ketegasan, dan mampu selain Sri Mulyani.

“Partai SRI akan mengawal Ibu Sri Mulyani menjadi calon presiden, “ kata Ketua Umum Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) Damianus Taufan kepada wartawan Gatra Haris Firdaus dan pewarta foto Karvarino. Dalam wawancara yang dimuat oleh majalah ini di edisi khusus Lebaran 2011, Taufan menegaskan bahwa belum ada figur lain di negara ini yang bisa merepresentasi nilai-nilai integritas, etika publik, kejujuran, ketegasan, dan mampu, seperti Sri Mulyani Indrawati. Berikut, isi wawancara selengkapnya:

Apa latar  belakang mendirikan Partai SRI?

Partai SRI dilahirkan oleh SMI-Keadilan. SMI-Keadilan ini didirikan untuk memopulerkan gagasan tentang etika publik, clean government, dan pemimpin yang mampu. Waktu itu, figur yang dipandang mampu merepresentasikan gagasan itu adalah Ibu Sri Mulyani. Setelah berjalan beberapa lama, kami menyadari bahwa gagasan-gagasn itu harus bisa diimplementasikan.

Untuk bisa mengimplementasikan, tentu dibutukan sarana, yakni kekuasaan. Karena itu, muncullah ide pembentukan partai politik. Selain sebagai sarana meraih kekuasaan, partai juga berfungsi mengawal secara politik gagasan tersebut. Dari sanalah lahir Partai SRI, dengan figure yang sama dengan SMI-Keadilan, yakni Ibu Sri Mulyani. Partai SRI akan mengawal Ibu Sri Mulyani menjadi calon presiden.

Kenapa memilih Sri Mulyani?

Menurut saya, sampai sekarang figur yang paling cocok dengan nilai-nilai yang kami anut hanyalah Ibu Sri Mulyani. Saya belum melihat ada figur lain yang bisa merepresentasi nilai-nilai seperti integritas, etika publik, kejujuran, ketegasan, dan mampu.

Setelah berdiri, apa yang pertama kali dilakukan Partai SRI?

SRI berdiri pada 2 Mei 2011. Setelah itu kami langsung dihadapkan pada UU Nomor 2 Tahun 2011, yang memberikan persyaratan berat terhadap partai politik. Karena itulah kami langsung ngebut. Alhamdulilah, popularitas Ibu Sri Mulyani cukup kuat di daerah-daerah, sehingga kami terbantu merekrut orang-orang.

Kebanyakan pengurus Partai SRI adalah akademisi, aktivis, dan wiraswasta. Bagaimana orang-orang yang tidak punya pengalaman politik praktis ini akan mampu mengelola partai?

Tidak berpolitik praktis bukan berarti tidak mengerti politik. Orang sering mengatakan kami masih hijau dalam politik, tapi masih hijau bukan berarti tidak mengerti politik. Kami paham betul bagaimana sebuah mesin politik bekerja. Justru kekuatan kami adalah belum tercemar kepentingan politik terlalu jauh. Kita memang berharap, motor penggerak partai adalah orang-orang yang tadinya bukan politisi, apalagi politisi kawakan. Jadi kami ini kumpulan orang-orang biasa, bukan selebriti politik yang terkenal.

Bagaimana pembangunan jaringan di daerah?

Jaringan itu terbentuk begitu saja karena popularitas Ibu Sri Mulyani yang kuat di daerah. Saya selalu menawarkan ke teman-teman daerah untuk membentuk cabang Partai SRI. Tawaran saya itu direspon luar biasa. Di daerah sebenarnya banyak pendukung Ibu Sri Mulyani. Setelah ada partai, jaringan pendukung ini terbentuk dengan sendirinya. Ibaratnya, saya berburu di kebun binatang. Jadi orang-orang yang dibutuhkan itu sudah ada, tinggal dikasih wadah saja melalui partai.

Sejauh mana jaringan partai telah terbentuk dan berapa jumlah anggota Partai SRI?

Kami sudah memiliki pengurus di 33 provinsi. Sekarang kami bergerak lebih jauh lagi ke kecamatan-kecamatan. Jumlah anggota sekarang sekitar 2000-anlah meski saya belum menghitung secara pasti.

Bagaimana strategi Partai SRI untuk menyiapkan calon anggota legislatif untuk parlemen?

Setelah selesai melakukan verifikasi, kami akan melakukan pelatihan-pelatihan kader, di daerah maupun pusat, supaya mereka siap terjun di parlemen dan siap secara profesional menjadi politisi. Jelas kami akan menyiapkan kader-kader kami untuk menghadapi pemilu legislatif. Saya kira waktu masih cukup panjang untuk mempersiapkan itu.

Pendanaan partai ini bagaimana? Apakah ada penyandang dana yang besar?

Pendanaan swadaya dari pengurus dan simpatisan. Teman-teman daerah bekerja sendiri dengan dana mereka. Sampai sekarang tidak ada penyandang dana yang besar. Makanya, kalau ditanya kasnya berapa, jawab kosong. Kalau kami punya dana besar, saya tidak kuatir untuk bisa membentuk partai. Kami harus berjibaku dan mengumpulkan semangat yang lebih.

Ada pendapat yang menyatakan Sri Mulyani hanya popular di kelas menengah, tidak mengakar di maysarakat bawah. Tanggapan Anda?

Saya harus garis bawahi bahwa itu anggapan, bukan fakta. Sampai sekarang belum ada fakta yang membenarkan anggapan hal itu. Yang saya temukan justru sebaliknya. Kami relatif terbantu dalam membentuk partai karena popularitas Ibu Sri Mulyani di daerah. Rata-rata pengurus kami kebanyakan justru orang-orang biasa. Itu menunjukkan tingkat popularitas Ibu Sri Mulyani yang tinggi. Selain itu, jangan lupa kelas menengah adalah agen perubahan. Kalau anda kuat di kelas menengah, Anda akan gampang menjangkau kelas bawah. Sebab kelas menengah inilah yang akan bekerja mencari dukungan dari kelas bawah.

Dalam hitung-hitungan politik, seberapa besar peluang Sri Mulyani bisa terpilih menjadi presiden?

Tanpa bermaksud sombong, saya melihat ada gerakan yang mendukung Ibu Sri Mulyani, yang dari hari ke hari kian besar. Saya sekarang juga sudah mulai mendapat limpahan orang yang mau aktif di partai dalam jumlah yang luar biasa. Saya sedang berpikir untuk mengelola dukungan itu menjadi energi untuk bisa memenangkan partai. Nanti Anda bisa melihat hasilnya. Saya kira cukup mengagetkan nanti.

Tapi Sri Mulyani juga mempunyai sejumlah lawan politik yang gencar menyerangnya. Bagaimana menghadapi tuduhan bahwa Sri Mulyani terlibat kasus Bank Century?

Dalam dunia politik, nggak mungkin tanpa ganjalan. Saya pikir, serangan itu wajar-wajar saja. Tapi tetap saja pendapat soal Bank Century itu merupakan pendapat partisan, bukan kebenaran yang harus kita pegang. Dalam kasus Bank Century, belum ada fakta yang menyatakan Bu Sri Mulyani terlibat. Bahkan saya bilang, Bu Sri Mulyani dalam kasus itu clean. Kalau tidak ada keyakinan itu, mana berani kami mengusung beliau.

Soal tuduhan bahwa kebijakan ekonomi Sri Mulyani berbau neoliberalisme?

Itu lebih tidak masuk akal lagi. Kalau neolib itu kan tidak suka subsidi. Tapi dalam masa Sri Mulyani jadi menteri, ada subsidi. Bahkan dalam tulisannya yang terakhir, beliau menyatakan bahwa subsidi harus diberikan tapi arus terarah. Jadi tuduhan neolib ini lebih merupakan serangan politik ketimbang fakta.

Tentang isu penggalangan dukungan oleh diplomat asing terhadap Sri Mulyani?

 Itu juga jauh dari fakta. Kalau misalnya dibilang partai yang menggerakkan penggalangan dukungan itu, partai belum pernah berpikir soal itu. Dari sisi substansi, apa perlunya kita cari dukungan luar negeri? Kan pemilunya di Indonesia, yang milih orang Indonesia, bukan orang asing. Jauh lebih berarti orang-orang di pedesaan dan guru-guru di tempat terpencil. Selain itu, Ibu Sri Mulyani belum mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden. Bagaimana mungkin dia mau cari dukungan? Jadi menurut saya, itu cara orang menyerang secara politis ketimbang fakta.

Pernahkan berpikir fenomena Partai Demokrat pada 2004 akan juga terulang pada SRI?

Tentu itu menjadi inspirasi buat kita, tapi minus penzaliman dan melodrama, karena hal itu kan tidak dapat kita tiru. Mudah-mudahan Partai SRI bisa menjadi fenomena baru pada 2014.

Kenapa SRI memutuskan mengusung Sri Mulyani, padahal yang bersangkutan belum menyatakan kesediaan menjadi calon presiden?

Tentu saja kita berharap suatu saat Ibu Sri Mulyani akan menyatakan kesediaannya. Sampai hari ini kita tidak pernah dilarang Ibu Sri Mulyani untuk mencalonkan beliau. Tidak mungkin beliau tidak tahu aktivitas kami karena pemberitaannya sudah sampai ke media internasional. Kalau misalnya Bu Sri Mulyani tidak setuju, mungkin kami sudah disuruh stop.

Apakah sudah ada pembicaraan langsung dengan Sri Mulyani mengenai hal ini?

Pembicaraan langsung belum ada. Kami menghormati betul kontrak kerja yang dijalani Bu Sri Mulyani dengan Bank Dunia. Kan aturannya, selama masih bekerja di sana gak boleh berpikir tentang kerjaan lain. Partai SRI tidak mau menggerogoti hal itu.

Karena Sri Mulyani belum setuju dicalonkan, ada yang menyebut SRI menjual kucing dalam karung. Bagaimana komentar anda?

Justru Partai SRI dari awal mengumumkan akan mengusung Sri Mulyani. Dari awal kami memberitahu rakyat bahwa kami tidak akan menggunakan calon presiden sebagai alat bargaining atau alat dagang sapi setelah pemilu parlemen. Jadi justru kami tidak menjual kucing dalam karung. Kami sudah langsung buka karungnya. Inilah kenapa kami membicarakan calon presiden sejak awal. Selain itu, di dalam negara dengan sistem presidensial, kita tidak bisa lepas dari menonjolkan figur calon presiden.

Seandainya Sri Mulyani tidak mau dicalonkan menjadi presiden, apa yang akan dilakukan SRI?

Saya tidak mau berandai-andai. Tapi kami berkeyakinan, hal itu tidak terjadi. (Sumber: Srimulyani.net)

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Wawancara Ketua Umum Partai SRI D.Taufan dengan GATRA

  1. Saya yakin sekali, Mbak SRI punya peluang 98% lolos jadi Pres/Wapres RI, karena belum muncul sosok yg secerdas dia. Mbak SRI punya reputasi Nasional dan Inter.national Tinggal aksi promosi ke kecamatan-kecamatan saja. Ya, tergantung keseriusan para pengurus Kab-Kota lah, yang tentu sangat terkait dgn kiat-kiat para pengurus DPP dan Provinsi.

    Maju Terus Partai SRI.

  2. ola hikmah says:

    hidup partai SRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s