Mari Bermain Total untuk SMI

 

sri mulyani for president

Jalan panjang & berliku untuk mengusung SMI menjadi presiden 2014

Oleh: Topan Jaya

Saya sering mendengar ungkapan begini di grup-grup kita, “Hemat energi.. Perjalanan masih panjang… Simpan amunisi jangan dihabiskan sekarang…”. Saya tidak keberatan dengan ungkapan bijaksana tersebut, namun dalam konteks mewujudkan Sri Mulyani Indrawati menjadi presiden, ungkapan itu menurut saya tidak sepenuhnya taktis. Mengapa?

Ya, karena target kita adalah menjadikan SMI sebagai presiden yang kelak dapat memerintah dengan efektif dan mampu membersihkan Republik ini dari korupsi. Target yang dipandang sebelah mata oleh kompetitor politik karena fakta partai SRI hanyalah sebuah kekuatan politik yang baru berumur beberapa bulan, dan orang-orang yang terlibat dianggap bukan politisi ulung.

Bayangkan, untuk memenuhi syarat mencalonkan SMI sebagai presiden saja Partai SRI wajib mendapatkan total suara pemilih 15 persen. Kalau menggunakan acuan kemenangan Partai Demokrat di pemilu 2009 lalu, maka Partai SRI harus memenangkan sekitar 21 juta suara (20%). Idealnya Partai SRI harus mampu meraih suara seperti Partai Demokrat atau minimal 15 %. Dengan begitu Partai SRI tidak perlu direpotkan dengan keharusan mencari mitra koalisi dengan resiko kompromi-kompromi politik.

Namun, fakta membuktikan, sejauh ini belum ada satu partai baru pun yang pada keikutsertaannya yang pertama langsung mampu memenuhi syarat mencalonkan presiden. Mereka harus berkoalisi dengan segala konsekuensinya.

Memang benar jika ada pendapat yang menyatakan, “Kita punya capres calon jadi lho..” Lalu berharap, ada tuah dari keunggulan sang capres. Pendapat ini juga benar, tetapi saya melihatnya dengan cara yang agak berbeda. Benar bahwa SMI akan sangat menjual dalam pilpres 2014. Tetapi itu di pilpres, bagaimana dengan pemilu legislatif yang jualan utamanya para caleg? Bagaimana dengan pengalaman Partai Demokrat yang di pemilu legislatif hanya mendapat suara 7,4 % namun capresnya menang?

Maka dari itu optimisme terhadap capres SMI tidak boleh dianggap otomatis akan memuluskan kemenangan Partai SRI di pemilu legislatif. Padahal, hasil pemilu legislatif itu menjadi syarat utama pemilihan capres. Jika pemilu legislatif gagal dimenangkan dengan suara sangat signifikan, langkah ke pilpres bisa menjadi tidak lagi mudah. Sekalipun, sekali lagi sekalipun, elektabilitas SMI tetap akan menjadi yang tertinggi dibanding calon-calon lainnya.

Lalu apa kesimpulannya? Menurut saya, Partai SRI & SMI Keadilan harus bekerja berlipat-lipat lebih keras dibanding kekuatan-kekuatan politik lain yang memiliki tujuan, target, dan harapan yang sama; menang pemilu legislatif dan memenangkan capresnya. Kalau kompetitor yang sudah bertahun-tahun eksis, atau bahkan sudah puluhan tahun eksis itu punya 100 amunisi, Partai SRI & SMI Keadilan harus punya 1000 bahkan 10.000 amunisi.

Kalau kompetitor punya level daya tahan, semangat, dan daya juang mentok sampai di 100, Partai SRI & SMI Keadilan harus minimal dua kali lebih besar dari mereka. Mengapa? Ya, karena kita masih baru sementara targetnya maksimal…

Belakangan kita dengar misalnya, PKS mentargetkan merekrut 2 juta kader baru. Kemudian, Golkar lebih gila lagi, pasang target 30 juta kader. Dan kita semua sudah tahu, itu baru Golkar & PKS, belum PD, PAN, PKB, PPP, Hanura, Gerindra, yang kesemuanya sudah memiliki infrastruktur yang dibangun dan dibakukan. Mereka sudah bekerja sekian tahun lamanya, dan kita baru saja memulainya. Lalu, berapa target kader dan pendukung Partai SRI dan SMI Keadilan…?

Saya menulis ini bukan untuk mematahkan semangat SMIKers & SRIers, tetapi sebaliknya justru saya ingin mendorong agar kawan-kawan semua tidak pernah kendur, anggap enteng situasi, atau malah hilang konsentrasi dan fokus barang semenitpun. Mari tinggalkan debat-debat yang tak perlu, apalagi kenangan-kenangan lalu yang justru malah menghambat langkah ke depan.

Untuk sementara tinggalkan mereka yang masih ragu atau mendua hati, atau tinggalkan grup-grup yang justru meracuni kita dengan isu-isu murahan dan mengganggu konsentrasi. Tinggalkan grup atau komunitas yang sudah jelas-jelas tidak mendukung gerakan ini. Lalu, fokuslah pada grup-grup serta simpatisan, pendukung, dan relawan-relawan baru yang siap ditempa untuk menjadi militan terbaik dalam gerakan ini. Sebab merekalah amunisi baru yang tidak membebani gerakan ini, namun justru mampu melesatkan laju Partai SRI maupun SMI Keadilan kepada ‘mission impossible’-nya (karena begitulah kata para lawan politik).

Sekali lagi, mari tinggalkan masa lalu dan fokus pada ladang-ladang garap yang baru. Bahkan, di luar sana atau di sekitar kita sudah ada ladang-ladang yang siap panen, yang begitu berlimpahnya, yang selama ini tidak kita lihat karena fokus kita tidaklah ke sana. Saya menyatakan demikian karena hanya dengan medium Facebook saja rasanya terus-menerus menemukan simpatisan-simpatisan baru untuk SMI dan gerakan SMI Keadilan maupun Partai SRI ini. Apalagi rekan-rekan yang mampu menggunakan dua tiga jalur sekaligus, pasti lebih dahsyat lagi hasilnya.

Terakhir saya ingin sampaikan, bahwa lebih mudah menjadikan SMI sebagai presiden dibanding memenangkan Partai SRI di pemilu legislatif sampai pada perolehan suara mayoritas di DPR. Padahal, sukses tidaknya pencapresan SMI maupun sukses tidaknya pemerintahan SMI jika terpilih nanti, itu akan sangat dipengaruhi oleh penguasaan Partai SRI di parlemen nanti. Oleh sebab itu, jika ingin menjadikan SMI sebagai presiden yang kuat dan efektif dalam memerintah nanti, targetkan untuk menang di pemilu legislatif 2014 dan menangkan pilpres 2014.

Jadi, jika ingin menjadi bagian dari sejarah tersebut, jangan lagi bermain tanggung, namun bermainlah secara total. Dan untuk bermain total, jangan menunggu para raksasa mendahului dan menggilas kita. Sebab kita sudah mulai dengan baik, punya relawan yang militan, memiliki wadah politik yang prospektif, dan punya calon presiden yang menurut Forbes sangat powerful. Selamat berjuang![tj]

 * Diskusi lebih jauh dapat dilihat di sini Facebook.

This entry was posted in Analisis Partai SRI. Bookmark the permalink.

2 Responses to Mari Bermain Total untuk SMI

  1. rudy rajagukguk says:

    saya setuju. apalagi, notabene mentalitas gaya dan cara2 partai lama masih bergentayangan – sadar atau tidak. Tanpa adanya gerakan “cuci otak”, mnurut kami orang psikologi, bermain di area “pikiran bawah sadar”, maka akan relatif keteteran dan khabisan energi utk memenangkan pilleg kalau tidak sesegera mngkin para kader dan simpatisan dicuci otak (disadarkan bahwa pola pikir dan pola kerja akan secara otomatis dan tdk sadar akan bekerja dgn pola, cara dan gaya2 lama kalau tidak segera melakukan tindakan penyadaran ini. karena lazimnya, ditngah situasi kalut dan mendesak, org akn menghalalkan sgl cara dan akn kembali ke “kubangan”-ke cara-cara lama). Gerakan penyadaran ini masa kritis, butuh kosentrasi, energi dan kerja keras. tapi itu langkah perdana yg paling menentukan. kalau gagal pada langkah perdana ini, maka saya pesimis kita bisa meraih impian kita. sebagai gambaran, di daerah sangat minim yg menyerap info mlalui fb, twitter, dll. jadi, komunikasi n cari info scr manual. kader di daerah minim info, pandangan2 baru dan garis tegas pilihan partai SRI. prl dipikrn hal ini terkait dgn pilleg dgn standar ideal: integritas, ditengah bangsa yg sudah tdk hampir tdk punya integritas ini.
    Salam,
    Rudy-dpw bkl

    • Partai SRI sedang bertumbuh & kader2 harus berinisiatif membangun budaya baru. Salah satunya adl sadar teknologi & sebisa mungkin terus update informasi. Saat ini internet, tweeter, facebook bisa diakses siapa saja mll handphone. Terima kasih komentarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s