Ternyata Kerugian Bank Century, Bukan Kerugian Negara

Kasus Century

Ternyata kerugian negara dalam kasus Bank Century hanya mitos belaka..

Pengantar Berita: Masalah kerugian negara dalam kasus Bank Century hingga kini masih menjadi perdebatan tak kunjung usai. Masalahnya, dalam proses persidangan kasus Century terbuka jelas di muka publik bahwa auditor BPK gagal menunjukkan/membuktikan kerugian negara sebagaimana dimaksud dalam hasil audit BPK. Dua berita berselang setahun di bawah ini semoga menjadi bahan penerangan yang mencerahkan bagi masyarakat. Berita pertama soal pernyataan Ketua BPK Hadi Purnomo yang menyebut kerugian negara sebesar Rp 5,8 triliun, berita kedua tentang persidangan kasus Century yang menyangkal pernyataan Ketua BPK sendiri.

BPK: Kerugian Negara Rp 5,86 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com[made | Senin, 23 November 2009 | 18:03 WIB]— Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan, dari total Rp 6,7 triliun dana yang dikucurkan saat proses penyaluran dana bail out Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), ternyata Rp 5,86 triliun digunakan untuk menutupi kerugian murni Bank Century. BPK menyatakan, Rp 5,86 triliun tersebut merupakan kerugian negara.

Menurut Ketua BPK Hadi Poernomo, kerugian itu disebabkan praktik-praktik perbankan tidak sehat dan pelanggaran ketentuan oleh pengurus bank, pemegang saham, dan pihak terkait dalam pengelolaan Bank Century. Sebab, Bank Century ditetapkan sebagai bank gagal dan penanganannya dilakukan LPS, maka kerugian itu harus ditutup melalui Penyertaan Modal Sementara (PMS) oleh LPS yang merupakan bagian kerugian negara. “Maka kerugian itu harus ditutup melalui PMS, yang merupakan bagian kerugian negara,” kata Hadi Poernomo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/11).

Permasalahan yang timbul yakni permasalahan surat-surat berharga dan transaksi-transaksi pada Bank Century yang mengakibatkan kerugian pada bank tersebut.

Praktik-praktik perbankan yang tidak sehat yang dilakukan oleh pemegang saham, pengurus, dan pihak terkait diduga melanggar Pasal 8 Ayat (1), Pasal 9 Ayat (1), Pasal 50, dan Pasal 50A UU No 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Akibatnya, Bank Century menderita kerugian Rp 5,86 triliun yang pada akibatnya kerugian tersebut harus ditutup dengan dana PMS dari LPS.

Selain itu, BPK menduga pihak terkait melakukan pelanggaran saat penarikan dana senilai Rp 938,68 miliar pada saat Bank Century masuk dalam Pengawasan Khusus, pada 6 November 2008 hingga 11 Agustus 2009. “Melanggar Peraturan BI No 6/PBI/2005 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank, sebagaimana diubah dengan PBI No 7/PBI/2005,” tegas Hadi.

Saat masuk dalam Pengawasan Khusus, ternyata Bank Century mengganti deposito seorang nasabah yang dipinjamkan atau digelapkan sebesar 18 juta dollar AS dengan dana yang berasal dari PMS. Selain itu, deposito yang dipecah menjadi 247 NCD (Negotiable Certificate Deposit) dengan nilai masing-masing Rp 2 miliar dilakukan guna antisipasi jika bank tersebut tutup. “Jika Bank Century ditutup, maka deposito dijamin oleh LPS,” katanya. (Persda Network/CR2)

[Note: hasil audit BPK yang menyebutkan adanya kerugian negara inilah yang dijadikan dasar oleh DPR untuk membentuk Pansus Century dan mendakwa Sri Mulyani & Boediono bersalah dengan kebijakan tersebut. Namun terbukti bahwa di persidangan kasus Century auditor BPK gagal membuktikan kerugian negara]

Hakim PN Jakpus Marahi Auditor BPK Soal Kerugian Negara di Century

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Majelis Hakim Marsudin Nainggolan dalam persidangan In Absentia kasus korupsi dan penggelapan dana Bank Century Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Risfi memarahi Ketua Tim Audit Permasalahan dan Pelanggaran Bank Century dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Epi Sopian, karena dianggap tidak tegas dalam memaparkan adanya kerugian negara di kasus Bailout Rp6,7 trilliun.

“Tugas saudara kan menghitung kerugian keuangan negara, bukan kerugian Bank Century,” kata Marsudin saat bersidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa.

Marsudin merasa heran karena sebagai auditor, Epi tidak secara jelas menerangkan adanya kerugian negara di kasus Bank Century.

Pada awalnya, Epi menjelaskan kepada majelis, khusus untuk kerugian negara hingga saat ini belum ada kesimpulannya, hanya saja menurutnya, kerugian yang diderita Bank Century sudah ada dan Hesham-Rafatlah menjadi salah satu penyebabnya.

Jawaban Epi tersebut membuat Marsudin kembali bertanya-tanya. Selaku auidtor BPK, Epi seharusnya sudah menghitung semuanya termasuk adanya kerugian negara.

“Tugas anda itu menghitung kok nggak ada kesimpulan gimana sih. Adanya indikasi tindak pidana korupsi ya dari BPK ini, kalau BPK belum berikan kesimpulan bagaimana,” tegas Marsudin.

Epi sebelumnya hanya menyatakan terdapat kerugian Bank yang membuat Lembaga Penjamin Simpanan mengeluarkan dana talangan sebesar Rp 6,7 trilliun ke Bank Century.

Bank Century sendiri mengalami kerugian sebanyak Rp 5,8 triliun. Rinciannya, Hesham dan Rafat membuat rugi senilai Rp3,1 triliun dan Robert Tantular Cs merugikan Bank Century senilai Rp2,7 triliun.

Terdakwa kasus pencucian uang dan penggelapan aset Bank Century oleh pemilik bersama Bank Century, Rafat Ali Risfi dan Hesham Al Waraq, didakwa telah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. (ANT/K004/Selasa, 28 September 2010 20:15 WIB |). Editor: B Kunto Wibisono. COPYRIGHT © 2010

[Catatan: Dari dua berita ini terlihat adanya kontradiksi dalam proses pemerkaraan kasus Century dari kasus kriminal perbankan menjadi kasus politis yang mengkriminalkan kebijakan ekonomi pemerintah.]

This entry was posted in Update Kasus Century. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s