Siapa Neolib: Sri Mulyani atau Bakrie dan “DPR”?

SMI Keadilan

Sri Mulyani Indrawati yang sering dituduh neolib ternyata justru yang paling kencang melawan neolib terbesar di republik ini.

Pengantar: Terus terang saya kaget sekali waktu membaca tag note dr teman saya di bawah ini. Isinya kumpulan tweet Benny Handoko tentang caplok-mencaplok saham PT Newmont Nusa Tenggara yang belakangan diributkan oleh DPR. Saya cermati tweet demi tweet, saya yang awam sekalli dengan masalah ekonomi ini jadi ngeh, betapa mengerikannya sepak terjang gurita bisnis Bakrie di tanah air tercinta ini. Namun yang lebih mengagetkan lagi, ternyata selain konglomerasi Bakrie ini jauh lebih mengerikan dari isi buku “Gurita Cikeas”, kenapa justru tidak ada satu pun pengamat dan aktivis yang mempersoalkannya?

Kasus saham PT Newmont ini semakin menegaskan praduga atau bahkan bukti bahwa penyingkiran Sri Mulyani Indrawati melalui kasus Century adalah sebuah konspirasi besar untuk memuluskan penguasaan Bakrie atas aset-aset bangsa ini. Tetapi, mengapa media massa juga seperti bungkam tanpa analisis-analisis yang setajam kala mereka mengupas sensasi Century atau gurita harta Cikeas? Lebih miris lagi, mengapa media massa mainstream juga mendadak seperti gagu dengan fakta-fakta ini? Mengapa para penuduh Sri Mulyani sebagai “antek neolib” tidak pernah bersuara kencang untuk kasus yang di depan mata ini?

Pemuatan di sini sekedar untuk memperluas diskusi agar masyarakat juga mendapatkan imbangan informasi dari jurnalisme warga yang mungkin tidak terakomodasi di media massa mainstream. Saya persilahkan Anda semua membaca sendiri tweet2 Benny Handoko di bawah ini. Pemuatan ulang di sini dengan lebih dulu dipadatkan dalam format paragraf dan sudah atas seizin yang bersangkutan…

Rangkaian Tweet Benny Handoko:  http://twitter.com/#!/benhan 7 Juni 2011

Soal Newmont menarik sekali ngototnya Pemda dan DPRD utk caplok saham divestasi PT. Newmont Nusa Tenggara. Mau langgar pasal 33. Menurut Kontrak Karya Newmont dg Pemerintah, PT.NNT yg dimiliki mayoritas asing mesti divestasi 31% sahamnya selama 2006-2010. NAmun PT. Newmont Nusa Tenggara itu gagal (atau sengaja tidak) melakukan divestasi selama 5 tahun tsb. http://bit.ly/jmB2Qk

Pemerintah RI pun menggugat Newmont, menang di pengadilan. Newmont harus divestasi 31% sahamnya. 10% saham awal dibeli MDB. MDB=joint venture Multicapital (Bakrie Group) dan Pemda. Proporsi sahamnya 75% Multicapital 25% Pemda. Dapat 10% saham Newmont. Artinya dari 10% saham yg didivestasi, Bakrie dapat 7,5% dan Pemda 2,5%. Divestasi berikutnya 14% diincar Pemerintah Pusat. Bahkan BUMN juga ditawarkan untuk akuisisi 14% saham Newmont tsb. Antam, Timah, Bukit Asam sempat bahas http://bit.ly/jeYrEu

Pemerintah Pusat susah payah menangkan pengadilan arbitrase soal divestasi saham Newmont, layak akuisisi http://bit.ly/iJOSZK. Akuisisi Newmont juga sesuai dg pasal 33 UUD’45, BUMI dan kekayaan alam… dikuasai negara. Sri Mulyani coba laksanakan itu. Sri Mulyani yg sering dicap antek-neolib oleh “kritikus2″, malah mau menjalankan pasal 33 UUD’45 yg sama sekali tidak neolib. #newmont. Sri Mulyani usahakan Pemerintah RI beli saham 14% Newmont tsb, dpt tentangan di dalam, terutama dari grup Bakrie yg jg incar saham itu.

Dept ESDM kemudian coba melibatkan BUMN, Antam utk ikut dalam akuisisi 14% saham tsb. Opsinya: kongsi dengan MDB. Antam akhirnya mundur. Pada akhirnya MDB yg terdiri dari 75% Bakrie, 25% Pemda berhasil akuisisi 24% saham Newmont. Lengkapi 10% saham pertama jadi 24%. Ini beritanya dari Majalah Tambang thn 2009: Akhirnya, 14% Saham Newmont Jatuh Ke Bakrie http://bit.ly/lUJHvX. November 2009 Bakrie melalui MDB berhasil menguasai 24% saham Newmont. Nov 2009 pula inisiasi angket Century. Kebetulan?

Firdaus Ilyas (ICW) sejak 2009 sdh khawatirkan kemungkinan saham Newmont digadaikan Bakrie dan dibeli asing http://bit.ly/kh4YKz. Yg main di pertambangan pasti tahu Newmont=holy grail Bakrie. Ia ingin jadikan Newmont spt BUMI. Emas+tembaga lengkapi batubara.

Sri Mulyani adalah “kerikil” bagi Bakrie dlm muluskan rencananya akuisisi tambang2 besar. Yg kemudian digoreng & dijual ke asing. Terbukti dg “digoyangnya” Sri Mulyani lewat Century, Bakrie berhasil akuisisi tambahan 14% saham Newmont lwt kerjasama dg Pemda.

Kembali ke laptop: terbukti kekhawatiran Ilyas ICW thn 2009. Bakrie ternyata gadaikan saham Newmont ke Credit Suisse Singapore. Seperti modus biasanya dlm akuisisi perusahaan2, Bakrie tak punya fresh money. Ngutang keluar negeri untuk akuisisi. Hal yg sama dilakukan MDB (Bakrie) dlm hal Newmont. Untuk beli saham 24% tsb, ngutang keluar negeri, yg digadai saham yg dibeli. Akibat dari gadai saham ke asing tsb, MDB tak dapat bagikan dividen. Pemda yg masuk kongsi itu ga bisa cicip dividen, ketipu? Sehingga hasil kekayaan alam Newmont yg tadinya diincar Pemda utk bagi2 ke rakyat Sumbawa, malah dipakai utk bayar bunga utang.

Dari Kontan: Saham Newmont digadai (Bakrie), daerah tak cicipi dividen http://bit.ly/k702pm. Padahal dividen saham 24% MDB tersebut kira2 30 juta USD (Rp 250M). 25% bisa masuk kas Pemda. Raib utk bayar utang ke Singapore. Tak berhenti di situ, Bakrie kembali incar 7% sisa saham terakhir divestasi Newmont. Kali ini pakai jasa proxy Bakrie di Senayan. Yang dimaksud proxy Bakrie tsb=anggota DPR Fraksi Golkar, yg siap menuruti perintah big boss setiap saat. Seperti kasus Century.

Agus Marto, pengganti SMI ternyata tak kalah galak dari SMI. Ia bersikeras Pemerintah RI harus miliki 7% saham Newmont sisa tsb. Argumen Agus Marto: Pemerintah bisa raup dividen USD 485,3 Juta dari Newmont dg miliki 7% saham http://bit.ly/mH79Li. Mana lebih untung: saham 7% itu dikuasai pemerintah RI, atau oleh Bakrie yg dividennya pasti dipakainya bayar utang ke S’pore? Argumen Pemda yg ngotot saham 7% itu: utk jadi pemegang saham mayoritas. Lupa mereka cuma punya 25% di MDB, 75% milik Bakrie.

Dengan dikuasainya 7% saham Newmont oleh Pemerintah RI, maka bs halangi Newmont bernasib seperti BUMI, yg dijual Bakrie ke asing. DPR sudah mengancam Menkeu Agus Marto akan minta BPK audit investigasi soal pembelian saham Newmont 7% oleh Pemerintah RI. Jasa BPK dipakai DPR ini bukan hal baru. Hal yg sama terjadi di kasus Century. Audit BPK jadi “kitab suci” Pansus DPR. Namun Agus Marto tidak takut, ia malah berkata: Saya berhenti kalo BPK temukan hal janggal dlm akuisisi ini http://bit.ly/konJ5n. Keberanian Agus Marto dlm hadapi DPR yg proxy-nya Bakrie patut dipuji. Juga niatnya berhenti kalo “digoyang” spt Sri Mulyani.

SBY “menyerah” saat 14% saham Newmont akhirnya jatuh ke Bakrie, bertentangan dg niat Menkeunya SMI. Kita lihat sikapnya skrg soal 7% itu. DPR yg tentang Pemerintah jalankan pasal 33 UUD’45 (beli saham Newmont), malah pro Bakrie yg gadai saham ke asing = DPR neolib? Sekian twit saya soal #newmont, #Bakrie, dan #DPRneolib. Silakan baca dari awal supaya jernih. Juga baca link2-nya yg saya twit.

Tambahan: selain Newmont, Pemerintah RI lewat Menkeu skrg juga sdg menggebrak: 40% saham perusahaan tambang asing harus dilepas ke publik. Gebrakan ini bagus, artinya rakyat dapat ikut memiliki saham perusahaan2 tambang yg notabene profitnya besar. Nasionalisasi tanpa paksaan. Bahwa Newmont mesti divestasi stlh puluhan tahun menggarap tambang emas dan tembaga di Sumbawa juga itu bagus. Pasal 33, national interest. Bahwa Newmont mesti dikuasai pemerintah pusat dan tidak dimonopoli daerah jg benar. Karena kita NKRI. APBD daerah diatur lewat pusat. Tdk tepat upaya PEMDA ngotot kuasai mayoritas saham Newmont ketika ia hanya minoritas dlm kongsi dg Bakrie (25-75). Apalagi digadai ke asing. Jadi kalo kita benar2 anti neoliberalisme, mestinya dukung tindakan Menkeu Agus Marto yg bersikeras akuisisi saham Newmont, kep nasional.

Langkah2 anggota DPR Fraksi Golkar yg ngotot saham Newmont dikuasai MDB, berarti mendukung upaya gadaikan aset bangsa ke asing. Kalo soal Bakrie neolib/tidak, nasionalis/tidak ya silakan Anda simpulkan sendiri setelah memahami kasus Newmont ini… Btw Newmont adalah perusahaan tambang emas terbesar kedua di Indonesia (tambang Batu Hijau), setelah Freeport (tambang Grasberg). Lucu kalo kita ribut2 soal Freeport, tapi diam soal Newmont ini. Padahal harapan kita kuasai Newmont >>> Freeport. Btw metode akuisisi saham perusahaan dg utang yg kemudian dibebankan ke perusahaan bukan hal asing, Glazers beli MU dg cara itu. *smirk*. Baru jadi Ketum parpol dah gadaikan tambang emas ke luar negeri… Tinggal nunggu waktu negeri ini digadaikan seluruhnya. #nasionalisme.

Satu pertanyaan u/ aktivis2 anti utang LN: mengapa Bakrie ngutang ke Credit Suisse Singapore utk beli saham Newmont, bukan bank dlm negeri? Satu pertanyaan utk aktivis2 anti-neolib: mengapa Bakrie tukar guling saham BUMI dg Vallar, perusahaan asing, bukan dg BUMN?

Komentar Goenawan Mohammad (gm_gm goenawan mohamad): Dari pemaparan @benhan: MenKeu Sri Mulyani dan Agus Martowardoyo ternyata pertahankan pasal 33 UUD dari serangan bisnis besar – lewat DPR.

* Kunjungi juga page relawan SMI Keadilan di sini: SRI Mulyani for President.

This entry was posted in Analisis Kiprah & Kebijakan SMI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s