Untuk Sri Mulyani, Agus Martowardoyo, & Mahfud MD: Ingat Pesanku Satu

SMI for president

Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia

by Andrias Harefa on Wednesday, August 17, 2011 at 2:48pm

(orang biasa)

Jika kau saksikan ketimpangan sosial menganga

saat sedan mewah seharga lebih 500 juta berseliweran

dan anak-anak jalanan mengemis dipersimpangan jalan

tanda kesetiakawanan sosial telah sekarat berat

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau saksikan konglomerat berkolusi dengan pejabat

mengkapling-kapling tanah airmu demi keuntungan keluarga mereka

tanpa peduli hak-hak rakyat yang katanya dijamin undang-undang

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau saksikan sarjana menganggur antri mencari kerja

dan kemiskinan dipermainkan sebagai angka-angka muslihat semata

nyatanya negeri kita tak banyak beranjak dari tahun 1945

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau saksikan elit politik membangun dinasti

saudara jadi menteri, suami jadi gubernur, istri jadi bupati,

ipar anggota dewan, anak ingusan jadi sekjen atau ketua partai

sehingga rakyat bingung bedanya feodalisme dan demokrasi

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau saksikan politisi rajin membohongi publik

dan dengan mudah menjilat ludahnya sendiri di televisi

seperti anjing yang tak punya harga diri

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau saksikan korupsi masih beranak pinak

koruptor dikagumi kelihaiannya dan dikerumuni begundalnya

di ujung Sumatera, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua sama saja

dan upaya-upaya pemberantasannya seolah-olah sia-sia belaka

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau saksikan hukum tak tegak bagi yang kaya dan berkuasa

namun kejam kepada yang miskin dan jelata

persis seperti sarang laba-laba di rumah kita

yang hanya menangkap nyamuk-lalat kecil yang tersangkut jaring

namun rusak jika dilewati anjing

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau saksikan radikalisme atas nama agama meraja lela

rumah-rumah ibadah disegel dan ditutup sesukanya

sementara rumah bordil dan panti pijat beroperasi dengan leluasa

aparat negara clingak-clinguk tak menjalankan fungsinya

dan petinggi negeri sekadar prihatin di dalam batin

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

 

Jika kau adalah saksi dari semua yang memerihkan hati di negeri ini

negeri yang dibangun oleh tetesan darah nenek moyangmu sendiri

dan kau mulai gamang memikirkan apa makna kemerdekaan bagi rakyat jelata

sampai-sampai hilang gairahmu menaikkan merah putih di 17 agustus

maka ingat pesanku satu: jangan berhenti mencintai Indonesia

Sumber: Andrias Harefa

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s