Tanggapan atas Berita Kompas.com

SMI For President 2014

SMI For President 2014

Teman-teman pendukung SMI Keadilan, beberapa waktu yang lalu Kompas.com menulis tentang dua tokoh berintegritas yaitu Sri Mulyani Indrawati dan Mahfud MD. Tulisan kompas.com ini menarik perhatian orang banyak. Tiba-tiba orang sadar dari keputusasaannya. Mengapa kita putus asa melihat kelakuan para poliTikus Senayan dan partai politik yang ada, sementara ada dua tokoh ini yang menjanjikan perubahan dan masa depan yang lebih baik?

Seperti biasa, para lawan politik pasti ada yang merasa gerah dengan dimunculkannya dua tokoh ini. Tentu Kompas tidak sembarangan. Ada kalkulasi politik di sana. Yang justru harus diwaspadai adalah, jangan sampai pendukung SMI dan pendukung Mahfud MD diadu domba. Merasa tokohnya lebih baik dari pada yang lain. Dua tokoh ini sangat ideal untuk memimpin bangsa ini.

Bagi pendukung SMI, tentu SMI harus jadi presiden. Bagi pendukung Mahfud MD, kalau memang dukungan memadai, Pak Mahfud pun layak jadi presiden. Tapi untuk saat ini, pendukung SMI diakui jauh lebih agresif dan sistematis dalam menyiapkan SMI for President.

Saya harus sampaikan secara terbuka bahwa kerja besar dan hasil yang kita rasakan saat ini di grup SMI Keadilan merupakan kerja bersama kita. Di antara kita ada juga teman-teman pendukung Mahfud MD yang juga tidak kalah militannya mendukung SMI. Saya bersahabat dekat dengan mereka dan kita berjuang bersama demi satu cita-cita Indonesia yang lebih baik.

Jauhkan sikap merasa lebih hebat. Jangan meniru sikap orang-orang tertentu yang merasa lebih berhak atas kepemilikan nama SRI MULYANI sehingga orang-orang di luar mereka dianggap mendompleng, cari popularitas, atau cari jabatan. Berpolitik harus dengan etika. Biarkan orang banyak yang mendefenisikan makna etika.

Sekali lagi, mari menjaga sikap dan perkataan kita sebagai orang yang menjunjung integritas. Mari rapatkan barisan, jangan mau diadu domba oleh siapa pun. Makin kita diperhitungkan, makin kita dijadikan objek permainan. Kita hidup bukan di jaman kumpeni dengan politik devide et impera. kita hidup di jaman Facebook dengan politik yang beretika.

Salam,
Sony Tan

This entry was posted in Wacana SMI-MMD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s