Mengapa Saya Yakin Bailout Bank Century adalah Keputusan yang Tepat?

SMI Keadilan

Sri Mulyani Indrawati dan Susy Rizky (kanan). Foto dok: Priyadi Iman Nurcahyo

Oleh: Susy Rizky*)

Selain sebagai pedagang furniture, saya memiliki usaha satu lagi yang sudah saya geluti sejak tahun 1997. Justru inilah sebetulnya bisnis saya yang utama. Perusahaan saya bergerak di bidang jasa pengurusan kredit. Saya membantu perusahaan leasing (yang merupakan perpanjangan tangan dari bank untuk menyalurkan kredit konsumsi), menyaring nasabah yang ingin membeli mobil dengan cara kredit.

Setiap hari saya berurusan dengan aplikasi kredit nasabah dan selalu update dengan bunga kredit bank. Semua berjalan baik pada tahun 2008, sampai suatu saat bunga bank bergerak naik sangat cepat, persyaratan semakin ketat, bahkan beberapa bank mulai berhenti memberikan kredit (stop selling).

Dalam 2-3 bulan, beberapa perusahaan leasing mulai menutup cabang dan mengurangi pegawai. Staf-staf saya didera rasa takut menghadapi pemutusan kerja. Mereka berpikir, perusahaan besar saja melakukan penciutan pekerja, bagaimana perusahaan saya yang kecil ini? Segera saya kumpulkan seluruh pegawai saya. Saya minta mereka tenang, saya yakinkan mereka bahwa pengurangan pegawai adalah hal terakhir yang akan dilakukan perusahaan jika  kondisi terus memburuk.

Staf saya kembali bekerja seperti biasa, walaupun saya tidak yakin mereka percaya bahwa kondisi ini akan teratasi.

Selama beberapa malam saya sulit tidur. Masih kuat dalam ingatan saya, betapa miripnya gejala ini dengan tahun 1998. Bunga naik, stop selling, dan akhirnya dolar tembus sampai Rp.16.000. Matilah semua. Apakah keadaan itu akan terulang? Terus terang saya tidak siap. Karena sebetulnya kita belum pulih dari krisis 1998.

Saya segera mencari informasi ke perusahaan leasing company, rekan kerja perusahaan kami. Suasana lesu menyelimuti kantor yang biasa ceria. Pimpinan perusahaan mengiyakan bahwa perbankan sedang kacau. Saya disarankan segera bersiap menghadapi  keadaan yang buruk, bahkan mungkin lebih buruk dari tahun 1998.

Namun, ternyata kondisi kredit berangsur-angsur membaik. Persyaratan kredit melonggar, bunga berangsur-angsur turun, sampai ke titik yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Saya gembira, dan bersyukur. Karena usaha saya bisa berjalan kembali. Saat itu saya tidak tahu, apa yang dilakukan pemerintah sehingga perekonomian dapat dikendalikan dalam waktu cepat. Sampai saya bertemu dengan teman-teman di salah satu group Facebook yang bersimpati terhadap SMI. Ternyata, itu hasil kerja keras SMI-B.

Sebagai masyarakat kecil, saya berterima kasih kepada SMI-Boediono yang telah berani mengambil keputusan cepat, sehingga kita terhindar dari krisis gelombang kedua.  Saya tidak membayangkan, apa jadinya jika SMI-B tidak cepat ambil keputusan. Barangkali pegawai saya semua akan pulang kampung jadi petani upahan, rumah saya yang masih kredit diambil bank karena tidak mampu bayar, anak saya harus pindah sekolah yang iurannya lebih murah. Membayangkannya saja membuat saya pusing.

Dan saya tidak habis mengerti, kenapa para politisi yang mengaku wakil rakyat  di DPR, berteriak-teriak bahwa SMI-B bersalah dengan mengambil keputusan mem-bailout Bank Century?  Saya sebagai rakyat,  merasa berterima  kasih, kenapa mereka tidak mewakili kami untuk mengucapkan hal yang sama kepada SMI-B?

Apa yang mereka lakukan pada saat krisis itu? Ditanya tentang setuju atau tidak saja, mereka cuma menjawab dengan “atau” alias berdiam diri mengambil posisi aman. Dengan demikian, mereka aman jika ingin menyalahkan pemerintah jika pemerintah mengambil atau tidak mengambil keputusan bailout tersebut. Memalukan.

Sampai hari ini, usaha memojokkan SMI tetap berjalan terus. Berbagai isu digulirkan. Namun masyarakat sudah cukup cerdas, untuk tidak menelan racun yang mereka suapkan ke mulut masyarakat melalui diskusi para pengamat yang berat sebelah. Kami menilai SMI sudah cukup membuktikan tekad beliau dalam reformasi Departemen Keuangan dan usaha meningkatkan pendapatan negara serta memperkecil kebocoran pengeluaran di sana-sini.

Pada waktu isu di Ditjen pajak – yang memunculkan nama Gayus Tambunan sebagai aktor utamanya – SMI segera melakukan perbaikan di dalam. Hanya dalam beberapa hari saja, dia membebastugaskan beberapa kolega Gayus untuk mempermudah pemeriksaan. Belum pernah seorang pejabat publik merespons tuduhan dari luar dengan aksi yang demikian cepat. Ini membuktikan, SMI tidak mengulur waktu. Tidak ada  kepentingan pribadi yang harus ditutup-tutupi.

Saya yakin, yang akan datang, akan banyak isu lain untuk menjatuhkannya. Tetapi saya juga yakin, semakin kuat orang menggoyangnya, semakin kuat SMI di mata masyarakat. Dan semakin hancurlah kredibilitas orang-orang yang mengingkinkannya turun. Kita lihat, orang yang mengembuskan isu bahwa SMI-B bersalah, satu-satu mulai terkuak dosanya. Kita jadi tahu, kenapa mereka begitu benci kepada SMI-B. Rupanya banyak kebohongan yang ingin dilindungi oleh pihak yang menginginkan SMI-B lengser. Biarlah masyarakat menilai sendiri.

Selama masa kerja DPR 2009-2014, kami melihat DPR hanya sibuk dengan satu perkara. Sri Mulyani. Begitu menakutkankah wanita ini, sampai anggota DPR yang dipilih melalui Pemilu yang berbiaya mahal hanya mengurusi bagaimana menurunkan orng jujur, cerdas dan pekerja keras macam SMI?

Itulah kenapa saya mendukung sosok jujur, tegas dan mampu seperti beliau. Karena saya merasakan sendiri manfaat dari kebijakan beliau. Bukan hanya sekedar mendengar dari orang lain. Banyak dari kita merasakan hal yang sama, dan mungkin mendapatkan manfaat dari kebijakan beliau yang berbeda. Maka saya mengajak teman-teman lain untuk menuliskan dan mempublikasikannya, sebagai bentuk partisipasi kita membagikan fakta kebenaran yang selama ini diplintir oleh politikus busuk dan penguasa hitam.

Hidup SMI!

 *) Susy Rizky adalah pengusaha furniture, pegiat grup FB KPI-SMI (Kami Percaya Integritas Sri Mulyani Indrawati) dan salah satu pendiri SMI Keadilan.

Link di blog :

Mengapa saya yakin Bailout Bank Century adalah keputusan yang tepat

http://susyrizky.blogspot.com/2011/04/mengapa-saya-yakin-bailout-bank-century.html

This entry was posted in Hati Nurani Mereka Bicara SMI. Bookmark the permalink.

11 Responses to Mengapa Saya Yakin Bailout Bank Century adalah Keputusan yang Tepat?

  1. susyrizky says:

    Thanks Mas Topan. Semoga makin banyak teman-teman yang mau memberikan testimoni seperti ini. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau bicara benar tentang SMI?

    Sukses selalu buat Mas Topan, yang tanpa pamrih sudah berkontribusi banyak untuk mengumpulkan berita tentang SMI.

    Semoga upaya kita menghimpun dukungan masyarakat biasa untuk SMI bisa berhasil.

  2. Ence Sutisna says:

    Saya salah seorang pengagum SMI, tapi dalam soal Bank century saya yakin beliau melakukannya “in order”. Saya yakin SMI punya cara lain yang lebih baik untuk mengatasi kemelut moneter saat itu.

  3. mila mumpuni says:

    klo tidak peduli dengan reformasi birokrasi kemenkeu, jauh2 hari SMI milih jadi gubernur BI. Cara SMI antisipasi kasus Gayus sptnya tidak dijadikan institusi lain, ironis. contoh baik kok ga mau ditiru.

  4. sebagai mahasiswa stan, saya bangga dengan mantan menteri keuangan yangs satu ini, perubahan yang di bawanya terasa di lingkup pendidikan kementrian keuangan. terimakasih, bu.

  5. Louis Tansul says:

    Untuk bisa maju ke Pemilu secara mulus, sepertinya Ibu SMI harus membuka masalah bail-out bank Century secara jelas, apakah ada perintah dan darimana perintah itu…?

    • SMI sdh membuka semuanya dg jelas & dibawah sumpas di depan DPR. Cara pandang tsb mengandaikan bail out adl kebijakan yg salah. Padahal itu adl kebijakan yg benar & dirasakan manfaatnya saat ini oleh masyarakat. Adapun kasus kriminalnya, yaitu penyalahgunaan oleh pemilik bank itulah yg harus diusut.
      Terima kasih.

  6. Jadi sedih, sudah tak ada lagi kah orang di parlemen sana yg mampu mewakili rakyat untuk mengucapkan terima kasih sebanyak-banyak nya kepada ibu SMI, atas jasanya yg sudah menyelamatkan perekonomian kita.

    • Kesedihan itu akan berubah mjd senyum kebahagiaan & penuh rasa syukur manakala Sri Mulyani Indrawati berhasil duduk sebagai Presiden RI perempuan pertama yang dipilih langsung oleh rakyatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s