Arbi: Pasangan Sri Mulyani-Mahfud MD Bakal Sangat Kuat

Sri Mulyani Indrawati & Mahfud MD

SMI-MMD diprediksi menjadi capres-cawapres terkuat 2014

Tempo Interaktif, Senin, 14 Februari 2011 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Pengamat politik Arbi Sanit menilai pencalonan Sri Mulyani Indrawati sebagai Presiden RI pada Pemilu 2014, bakal sangat kuat jika dipasangkan dengan Mahfud MD. “Dua tokoh ini memiliki tujuh kriteria pemimpin ideal,” kata Arbi usai deklarasi gerakan Solidaritas Masyarakat Indonesia (SMI) untuk Keadilan dan peluncuran Rumah Integritas di Jakarta, Senin 14 Februari 2011.

SMI untuk Keadilan adalah satu gerakan baru yang muncul sebagai reaksi terhadap krisis politik dan kepemimpinan saat ini. SMI untuk Keadilan juga mengusung Sri Mulyani sebagai  kandidat Presiden mendatang.

Menurut Arbi, yang juga salah satu penggagas gerakantersebut, tujuh kriteria yang dimaksud adalah memiliki popularitas, pengalaman yang matang, integritas, dan kiprah politik bagus.
Selain itu, Sri Mulyani dan Mahfud juga berjiwa negarawan. “Terbukti dalam membuat keputusan publik sangat bagus,” katanya.

Kriteria lain adalah memiliki pengalaman manajerial dan terbukti melakukan perubahan. Mengenai kendaraan politiknya, Arbi optimistis partai politik besar membutuhkan sosok kedua tokoh tersebut. “Karena partai besar mengalami krisis tokoh yang kapabel,” katanya.

Arbi menyarankan dua tokoh itu, Sri Mulyani yang kini menjabat managing director Bank Dunia, dan Mahfud MD selaku Ketua Mahkamah Konstitusi berkoalisi karena memiliki kans sangat bagus. Sementara, rival kuat yang bisa mengganjal keduanya adalah Ani Yudhoyono, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ani Yudhoyono, menurut Arbi, hanya menang popularitas tetapi kalah dalam mengelola negara. “Ani lemah mengurusi negara,” ujarnya. Adapun tokoh lama seperti Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Wiranto, dan Prabowo Subianto, telah gagal dalam dalam beberapa periode sebelumnya. Tokoh-tokoh lama itu, menurut Arbi, jika terpilih tidak akan terjadi regenerasi. “Yang ada hanya kepemimpinan yang berpotensi otoriter.”

Strategi yang akan dilakukan untuk mengusung Sri Mulyani sebagai kandidat Presiden adalah membersihkan tuduhan miring terhadap Sri terkait kasus Bank Century. Faktanya, kata Arbi, integritas Sri Mulyani tidak cacat karena masalah itu. “Toh Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyatakan tidak ada kesalahan dalam Bank Century,” katanya.

Untuk membuktikan bahwa Sri Mulyani tidak bersalah, menurut Arbi, sangat gampang. “Diekspos kekayaan dan keluarganya, dari mana dia dapat sehingga masyarakat tahu yang sebenarnya,” kata Arbi, mengusulkan. “Setelah itu bangun dukungan publik.” — HAMLUDDIN

Duet Mahfud MD-Sri Mulyani Tak Tertandingi di 2014

Okezone.com, Rabu, 16 Februari 2011 – 08:39 wib.

JAKARTA– Meski Pemilu masih tiga tahun lagi, pembicaraan mengenai calon presiden dan wakil presiden sudah menghangat. Bahkan, nama istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono sempat ramai dibicarakan media massa sebagai kandidat yang patut diperhitungkan.

Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia, selain mempersiapkan kader politik untuk maju di Pilpres 2014, partai politik semestinya juga mempertimbangkan kandidat di luar parpol.

Dua nama yakni Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani, dinilai bakal menarik dukungan besar dari pemilih. Berikut petikan wawancara okezone dengan Arbi Sanit, Rabu 16 Desember 2011.


Siapa saja tokoh potensial untuk menjadi capres dan cawapres di 2014?

Menurut penilaian saya ada lima orang yang potensial yakni Mahfud MD, Sri Mulyani, Aburizal Bakrie, Rizal Ramli dan Ani Yudhoyono. Sri Mulyani dan Mahfud sebagai tokoh Indonesia yang punya dukungan kuat karena integritas dan kapabilitasnya.

Apa kekuatan Mahfud-Mulyani?

Penilaian tokoh potensial didasari pada tujuh kriteria. Pertama, dukungan popularitas berbasis partai; dukungan popularitas berbasis pengalaman; ketiga, integritas; keempat, pengalaman politik; kelima, pengalaman sebagai negarawan; keenam, pengalaman manajerial pengelolaan publik dan kriteria ketujuh yaitu pengalaman pembaharuan.

Nah, Mahfud dan Mulyani memenuhi sebagian besar kriteria tersebut. Lihat saja ketika Mahfud memimpin MK dan Sri Mulyani saat menjadi Menteri Keuangan, apa lagi yang diragukan dari keduanya?

Tetapi, Mahfud-Mulyani tidak berasal dari partai?

Soal dukungan politik itu bisa dicari dan dibangun. Nanti akan ada kompromi-kompromi dengan partai politik. Karena parpol saat ini kekurangan stok calon terbaik dari kader internal, sementara di luar partai ada beberapa yang potensial.

Di situ letak kelebihannya, Mahfud dan Sri Mulyani bisa mengambil kesempatan itu. Bila memang terjadi kompromi untuk menggaet kedua orang itu, sudah dipastikan kemenangan ada di mereka.

Akankah parpol rela merekrut kader di luar partai?

Pasti ada kompromi. Ke depan semua partai akan ikut permainan, partai bicara kemenangan bukan kekalahan. Yang kedua apakah partai itu mau menyumbang keberhasilan pengelolaan negara? itu ditentukan dengan pilihan kandidat capres yang diusung.

Apakah Mahfud-Mulyani harus bersiap diri mulai saat ini?

Jangan sekarang, kerjanya di akhir tahun 2012 saja. Sekarang biar mereka bekerja untuk negara. Kalau dipaksakan kerja kampanye sekarang malah berantakan. Tak perlu ribut-ribut soal capres sekarang, kalau bicara selintas ya bolehlah untuk sekedar membahas. Banyak tandingan, tapi soal ranking terbaik, ada di dua orang itu.
(fer)

This entry was posted in Wacana SMI-MMD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s