Sejumlah Tokoh Dukung Sri Mulyani

Dukungan mulai berdatangan

Jakarta, Kompas – Sejumlah tokoh nasional mendukung mantan Menteri Keuangan dan sekarang Direktur Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, untuk maju dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Jakarta, Jumat (1/10), mengaku mendukung Sri Mulyani untuk menjadi calon presiden 2014. Selain cerdas, Mahfud menilai Sri Mulyani juga relatif bersih dan tegas.

Sebelumnya, dalam diskusi dan peluncuran situs http://www.srimulyani.net di Jakarta, 30 September lalu, muncul pandangan bahwa mantan Menteri Keuangan itu dianggap memiliki integritas dan pantas dicalonkan sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 (Kompas, 1/10).

Menurut Mahfud, sosok Sri Mulyani layak untuk memimpin negeri ini. Di mata Mahfud, Sri Mulyani terlihat cerdas. Hal itu terlihat ketika mengikuti persidangan di MK. Sri Mulyani lebih sering hadir sendiri. Meskipun bukan orang hukum, sosok Sri Mulyani dinilai cepat memahami persoalan.

”Yang saya dengar dia tidak mau makan uang haram. Yang halal saja kalau tidak berkeringat dia tidak mau. Misalnya, ia jadi panitia kegiatan, sudah ada SK-nya. Tetapi, kalau tidak ikut bekerja, dia juga tidak mau menerima honor. Jarang, loh, yang seperti itu,” ungkap Mahfud.

Ditanya mengapa tidak maju sendiri menjadi calon presiden 2014, Mahfud mengaku tidak punya ”potongan” untuk menjabat presiden. ”Saya tak wangun (pantas) jadi presiden atau wakil presiden. Enggak ada potongan. Saya juga tidak ingin,” kata Mahfud.

Lagi pula, tambah Mahfud, keinginan tersebut akan membuat dia mulai berpikir tidak adil. Dalam arti, ketika memutus perkara di MK, ia hanya berpikir untuk menyenangkan orang lain.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali mengatakan, kemunculan Sri Mulyani pada 2014 pantas diperhitungkan karena dia memiliki kapasitas. Suryadharma juga tidak mempermasalahkan jika perempuan jadi calon presiden.

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, sebagai mantan menteri, Sri Mulyani punya peluang untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Tommy Soeharto

Secara terpisah, di sela-sela silaturahim nasional di Jakarta, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra mantan Presiden Soeharto, tidak keberatan jika ada pihak yang mulai menyebut atau mewacanakan untuk mengusungnya sebagai kandidat pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Tommy juga tidak membantah soal keinginannya terjun ke politik. Saat ditanya kemungkinannya berduet dengan Sri Mulyani, Tommy menjawab, ”Tergantung, yang mencalonkan siapa?” (NWO/ANA)

Sumber: Kompas.com, Sabtu 2 Oktober 2010.

Mahfud Dukung Sri Mulyani Calon Presiden 2014-2019

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md mendukung Sri Mulyani untuk dimunculkan menjadi calon presiden pada 2014-2019. “Sri Mulyani dimunculkan Todung Mulya Lubis untuk presiden 2014. Saya mendukung karena orangnya bersih dan tegas,” kata Mahfud di Jakarta, Jumat (1/10).

Menurut Mahfud, syarat bersih dan tegas sangat dibutuhkan orang yang akan memimpin bangsa ini. “Karena orang yang bersih saja tapi tidak tegas tidak ada gunanya. Sedangkan orang tidak bersih tapi tegas akan merusak,” ujarnya.

Mahfud menilai, Sri mulyani orang yang cerdas. “Saya lihat saat sidang di Mahkamah Konstitusi orangnya cerdas, cepat memahami semua persoalan. Walaupun dia bukan orang hukum, tapi setiap berpekara hukum dia menjawab sendiri dengan cerdas dan cepat,” paparnya.

Bahkan, Ketua MK ini mendengar dari orang sekitar Mulyani yang menyatakan mantan Menteri Keuangan ini tidak mau barang haram. “Jangankan haram, yang halal saja tapi dia tidak berkeringat ditolaknya,” ucap Mahfud mengungkapkan.

Tentang berapa orang yang mencalonkan Mahfud menjadi presiden 2014, dia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak ada potongan menjadi presiden. “Kalau saya sendiri mengaca tiap hari di rumah dan di kantor. Saya tidak `wangon` (pantas) jadi presiden. Tidak ada potongan jadi presiden atau wakil presiden,” katanya sambil ketawa.

Dia juga menegaskan bahwa jika dirinya berkeinginan jadi presiden pasti akan mulai berfikir untuk berbuat tidak adil dalam memutuskan perkara. “Saya saat berkeinginan menjadi presiden, pasti akan berfikir tidak adil. Dalam memutuskan perkara dalam MK saya akan berfikir untuk menyenangkan orang saja,” tuturnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, dirinya tidak berfikir untuk untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Ketika menjawab pertanyaan Sri Mulyani tidak memiliki afiliasi dengan partai, Mahfud mengemukakan, “memang saat ini belum ada, tapi nanti 2013-2014 bisa jadi menjadi rebutan partai.” (Ant/DOR)

(Sumber: MetroTVnews.com, Jumat, 1 Oktober 2010 | 15:22 WIB)

Sri Mulyani Mulai Digadang Capres 2014

(JUMAT, 01 OKTOBER 2010 | 01:04 WITA | 70310 Hits)

JAKARTA — Para calon kontestan yang akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 harus mulai pasang kuda-kuda. Pasalnya, ada kemungkinan mereka bersaing dengan Sri Mulyani Indrawati.  Suasana semangat mencapres mantan menteri keuangan itu sangat terasa dalam acara peluncuran website http://www.srimulyani.net, Kamis 30 September.

Di salah satu pojok halaman website dipasang foto perempuan yang kini menjabat direktur pelaksana Bank Dunia itu disertai latar bertulisan, “I’ll Be Back”.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti mengatakan, Sri Mulyani punya kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi presiden RI pada 2014. “Modal itu sudah ada. Mudah-mudahan itu bisa menjadi kenyataan,” ujarnya saat peluncuran website http://www.srimulyani.net di Hotel Nikko Jakarta itu.

Menurut Ikrar, di Indonesia ini tidak sedikit orang yang bersimpati kepada Sri Mulyani. Bahkan, lanjut Ikrar, secara pribadi dirinya juga mendukung Sri Mulyani untuk maju sebagai capres pada 2014.

“Sejak pertama bertemu Sri Mulyani di Salemba (kampus Universitas Indonesia), saya sudah membatin, one day, Sri Mulyani will become my leader (suatu hari, Sri Mulyani akan menjadi pimpinan saya, red),” katanya yang disambut aplaus.

Acara kemarin dihadiri sekitar 100 peserta yang memenuhi ruang acara. Di antaranya akademisi maupun praktisi hukum seperti Todung Mulya Lubis, Melli Darsa (praktisi hukum yang juga mantan calon ketua KPK), Goenawan Mohammad, serta Wimar Witoelar. Sri Mulyani sendiri tidak hadir dalam acara itu.

Ikrar juga mengutip pernyataan Kuntoro Mangkusubroto yang kini menjabat ketua Tim UKP3R kepada Sri Mulyani. Saat itu, kata Ikrar, Kuntoro mengatakan bahwa masa Sri Mulyani akan tiba pada 2019. “Saya tidak setuju kalau nunggu sampai 2019, (Sri Mulyani) sudah terlalu tua. Jadi, 2014-lah yang tepat,” katanya yang lagi-lagi disambut aplaus.

Karena itu, kata Ikrar, peluncuran website http://www.srimulyani.net merupakan bagian dari kampanye politik dan persiapan yang baik bagi Sri Mulyani dan para pendukungnya untuk maju pada 2014.  Namun, Todung Mulya Lubis dari Perhimpunan Pendidikan Demokrasi yang menjadi insiator website tersebut menambahkan, pihaknya menggunakan Sri Mulyani sebagai ikon untuk etika publik.

“Sri Mulyani sama sekali tidak terlibat dalam pembuatan website ini. Meski demikian, beliau sudah kami kasih tahu,” ujarnya.

Menurut Todung, website tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan etika publik yang bisa digunakan siapa saja untuk berdiskusi dan bertukar pikiran, bagaimana menumbuhkan etika publik di Indonesia. “Jadi, tidak ada agenda lain, tidak ada motivasi terselubung,” katanya.

Menanggapi peluncuran situs dan dorongan pencapresan Sri Mulyani tersebut, inisiator sekaligus mantan anggota Pansus Bank Century Bambang Soesatyo menyatakan menghormati gagasan itu sebagai hak setiap orang. “Kita berpikir positif saja,” ujarnya.

Namun, Bamsat –sapaan akrabnya– memastikan hal tersebut tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap proses hukum skandal Bank Century. Sebagai anggota tim pengawas DPR, pihaknya juga tetap mendorong terlaksananya proses hukum skandal yang diduga merugikan uang negara Rp 6,7 triliun tersebut.

“Bagi kami Sri Mulyani dan Boediono tetap tidak bisa lepas tangan. DPR akan tetap minta pertanggungjawaban yang bersangkutan,” tegas politikus Partai Golkar tersebut. Terkait dengan slogan I’ll Be Back, Bamsat menyindir bahwa hal itu adalah suatu keniscayaan. “Wajar karena ada masalah hukum yang masih harus dia pertanggungjawabkan,” imbuhnya. (jpnn)

Sumber: Fajar Metro News.

Sri Mulyani Berpeluang Menjadi Calon Presiden 2014

JAKARTA, (PR, 2 Oktober 2010 ).- Nama mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani mulai disebut-sebut sebagai orang yang berpeluang untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Partai Sarikat Indonesia (PSI) akan meminang Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, sedangkan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan PPP, Irgan Chairul Mahfiz akan mempertimbangkan nama Sri Mulyani dalam bursa pilpres.

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muthadi, di Jakarta, Kamis (30/9) mengatakan, Sri Mulyani kemungkinan berpeluang untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 . Namun, untuk saat ini, kendala yang dihadapi Sri Mulyani adalah tidak adanya kendaraan politik yang akan digunakan untuk mencalonkan diri.

“Kendaraan politik berupa partai politik akan mudah didapat oleh Sri Mulyani jika popularitasnya terus meningkat sehingga daya jualnya semakin tinggi dan partai politik yang sifatnya pragmatis akan bersedia menampung Sri Mulyani. Tim sukses Sri Mulyani sedang melakukan itu,” katanya.

Untuk mendongkrak popularitas tersebut, ia menyarankan Sri Mulyani agar segera pulang dan meninggalkan pekerjaannya yang akan berakhir pada tahun 2013. Jika tidak dimulai dari sekarang, Sri Mulyani akan kesulitan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan juga kepada parpol.

Pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicated, Sukardi Rinakit sependapat “Dari tokoh-tokoh yang ada sekarang ini, ada lima nama yang pantas untuk maju sebagai calon presiden seperti Sri Mulyani, Aburizal Bakrie, Ani Yudhoyono, Mahfud M.D., dan Prabowo Subianto,” katanya.

Meskipun tidak mempunyai kendaraan politik. Sukardi memperkirakan, jika popularitas Sri Mulyani terus meningkat, kendaraan politik akan mudah didapatkan. “Sekarang ini memang belum bisa diprediksi partai mana yang akan menerima Sri Mulyani. Kalau maju, dia akan membikin geger,” ujarnya.

Dipinang PSI

Partai Sarikat Indonesia (PSI) mengisyaratkan untuk meminang Sri Mulyani sebagai calon presiden. Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Rahardjo Tjakraningrat, keputusan itu diambil karena Sri Mulyani adalah putra terbaik yang kini dimiliki bangsa Indonesia. Ia dinilai memiliki integritas, kapabilitas, dan berdedikasi tinggi untuk memperbaiki nasib bangsa.

“Partai Sarikat Indonesia akan segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada Sri Mulyani untuk meminta kesediaannya,” kata Rahardjo.

Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, akan mempertimbangkan munculnya nama Sri Mulyani sebagai calon presiden 2014 mendatang. Sri Mulyani dinilai mempunyai kemampuan, intelektual, dan kepribadian yang bagus sehingga layak dipertimbangkan dan diperhitungkan semua parpol.

“Sri Mulyani perlu dipertimbangkan dan diperhitungkan bersama tokoh lain seperti Ical, Anas, Prabowo, dan Hatta. Akan tetapi, semua akan bergantung pada hasil masing-masing parpol pada Pemilu 2014,” kata Irgan di Gedung DPR, Jumat (1/10).

Irgan menegaskan, PPP tetap akan mengikuti mekanisme internal sebelum menentukan capres. “PPP sendiri membuka kemungkinan mendukung jika hasil survei dan polling menempatkan dia sebagai tokoh populer,” katanya. (A-130/A-109)*”

Sumber: Bataviase.co.id.

Sukardi: Sri Mulyani Capres 2014

Tribunnews.com – Kamis, 30 September 2010 18:32 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – HINGGA 2014, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani belum akan menyatakan dirinya sebagai salah satu kandidat calon presiden. Diyakini, Sri Mulyani yang kini menjabat sebagai Managing Director World Bank, hingga kini belum mempersiapkan diri secara khusus dalam menghadapi pertarungan di 2014.

Adalah salah seorang pengamat politik yang tak lain Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicated, Sukardi Rinakit mengungkapkan, nama Sri Mulyani sesuai urut meski bukan berdasar survey sebagai kandidat yang paling layak menggantikan SBY sebagai Presiden.

“Apalagi, jauh-jauh hari, Presiden SBY sudah menegaskan, istrinya, Ibu Ani Yudhoyono. Aku amati di koran-koran, tone-nya Sri Mulyani, Aburizal Bakrie, Mahfud MD, kemudian Prabowo Subianto,” kata Sukardi kepada tribunnews, Kamis (30/9/2010).

Kini, kata Sukardi, memang sudah ada gerakan dari para teman dekat Sri Mulyani kembali memunculkan Sri Mulyani. Saat ini, bisa saja dikatakan sebagai waktu yang tepat bila ingin mulai menokohkan seseorang, apalagi yang ditokohkan kemudian bersedia, mau maju sebagai capres

Sukardi kemudian meyakini lagi, Sri Mulyani belum tentu akan tersandung dalam kasus skandal Bank Century yang hingga kini belum juga selesai permasalahannya. Ia mengaku, tak tahu persis permasalahan kasus hukum Bank Century yang sebenarnya. Akan tetapi, kasus ini kemungkinan tak terlalu merisaukan Sri Mulyani.

“Saat ini kan, yang memunculkan teman-temannya Bu Sri Mulyani karena punya kapasitas dan diyakini memiliki program yang baik. Apakah nanti Bu Sri Mulyani mau dicalonkan, kan belum dijawab sekarang, semuanya akan mengalir sambil melihat perkembangan politik ke depan. Dan saya kira, kasus Century bukan menjadi halanganlah,” Sukardi menegaskan.

Penulis: rachmat_hidayat
Editor: johnson_simanjuntak
This entry was posted in Wacana Pencapresan SMI. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sejumlah Tokoh Dukung Sri Mulyani

  1. ahmad kunaefi says:

    no comment for smart people…

  2. Blog Pemula says:

    muncul ada beberapa tokoh tinggal rakyatlah penentunya, monggo carilah simpatik secara fairplay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s