Sri Mulyani: Wanita Pengendali Ekonomi Dunia!

Sri Mulyani Indrawati (foto: reuters).

WASHINGTON – Lama tidak terdengar kabarnya, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali “beredar”. Kini, wanita berkacamata tersebut kembali bersuara, tentunya masih bersinggungan dengan ekonomi.

Dilansir dari Newsweek, Rabu (1/9/2010), wanita yang baru saja merayakan hari lahirnya pada 26 Agustus itu mengatakan, bila para ekonom saat ini sedang memetakan cara untuk memulihkan ekonomi global dan cenderung fokus ke demografi.

Namun ternyata ada hal mudah dalam mengendalikan serta membuat perekonomian dunia menjadi pulih. Apa itu? Bagi dia, kuncinya saat ini adalah para wanita. Loh kok? Sri mengatakan, bila kaum Hawa berpotensi memegang peranan penting untuk memulai pertumbuhan ekonomi global.

Sri yang saat ini menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia pun blak-blakan, kepada media yang dimiliki pengusaha media kakap kelas dunia Rupert Murdoch ini. Dia membicarakan peranan wanita sebagai pemegang kunci utama dalam menciptakan pemulihan ekonomi global.

Berikut petikan wawancara Sri Mulyani dengan Newsweek, seperti dikutip okezone, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Bagaimana Anda melihat peranan wanita dalam pembangunan ekonomi?

Begitu banyak penelitian yang telah dilakukan menunjukkan, kalau wanita memang mahkluk yang paling rapuh. Tapi juga mempunyai kekuatan dalam mengendalikan pergerakan ekonomi dunia.

Krisis (ekonomi 2008) ini sendiri akan menambah jumlah orang miskin menjadi sekira 50 juta-60 juta. Di mana bila kita kombinasikan dengan target untuk mengurangi angka kemiskinan pada pertengahan 2015, para wanita menjadi pengendali utama di banyak negara.

Apakah ini karena peranan mereka dalam mengurus keluarganya?

Biasanya, bila seseorang menargetkan (menggunakan uang pemerintah) untuk wanita, pasti mereka akan mengorbankannya untuk anak mereka terlebih dahulu. Dalam pengalaman saya, para pria, apabila menerima uang dari pemerintah, akan membeli sesuatu yang sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini sudah menjadi rahasia umum bagi para ahli pembangunan seperti halnya para pembuat kebijakan.

Bagaimana Anda bisa menggunakan penelitian tersebut untuk merestrukturisasi pemulihan ekonomi global?

Kemampuan dalam memulihkan krisis ini tergantung seberapa besar kepercayaan diri itu bisa dikembangkan. Kepercayaan diri tersebut benar-benar bisa dikendalikan oleh wanita, apakah dia mempunyai kepercayaan diri dalam menghasilkan pendapatannya untuk disimpan baik-baik. Apalagi bagi mereka yang tergolong ekonomi kelas menegah, yang banyak terjadi di negara Asia, telah menjadi kekuataan dalam pertumbuhan ekonomi negara asal wanita itu.

Wanita-wanita ini adalah mereka yang bisa mengendalikan pertumbuhan ekonomi dan bisa menciptakan kepercayaan diri para konsumer. Amerika Serikat (AS) bahkan telah membangun kembali masa depan penduduk kelas menengahnya.

Bagaimana bila strategi tersebut diterapkan di negara-negara yang tidak mempunyai kelas menengah?

Di sinilah tantangannya. Apabila Anda melihat komposisi ekonomi global sekarang, baik dari negara berkembang lawan negara kaya keadaannya sudah seimbang hampir 50-50. Beberapa dari negara tersebut hanya perlu mendesain kebijakan mereka untuk menciptakan grup kelas menengah tersebut.(ade)

Dikutip dari: Okezone.com, 1 September 2010.

This entry was posted in Wawancara sbg MD World Bank. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s