Menkeu Anggap Krisis Tantangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Rohmatin Bonasir (Produser, BBC Siaran Indonesia, 7 April 2009)

Menteri Keuangan Sri Mulyani menemukan tantangan dan peluang istimewa menjadi menteri keuangan di saat krisis ekonomi dunia untuk mengoreksi berbagai kebijakan yang dinilai kurang efektif mensejahterakan rakyat.

Maknanya, kata Sri Mulyani, seseorang memang bisa menjadi menteri keuangan pada saat situasi damai dan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi pada saat itu tidak bisa dibedakan antara menteri keuangan yang baik dan menteri keuangan yang buruk.

“Karena semuanya yang tidak baik pun bisa menjadi baik karena lingkungannya membuat dia menjadi lebih baik,” kata Sri Mulyani kepada BBC di sela-sela pertemuan G20 di London awal bulan ini.

Oleh karena itu, dia menganggap tugasnya sebagai menteri keuangan dan juga pelaksana tugas Menko Perekonomian di saat Indonesia terkena terpaan dampak krisis, merupakan kesempatan emas.

“Jadi sebetulnya dalam kondisi krisis, apalagi dalam magnitude seperti sekarang, itu merupakan suatu hikmah atau privilege , kalau bisa dikatakan kesempatan,” tuturnya.

Namun dia mengakui tugasnya semakin berat.

“Karena kita tidak hanya berbicara mengenai bagaimana membangun Indonesia termasuk mengoreksi karena harapan masyarakat antara lain kenapa Indonesia sudah 60 tahun merdeka belum maju? Apa yang salah dalam strategi pembangunan? Apa yang salah dalam pengelolaan negara? Itu kan harus dijawab oleh menteri keuangan seperti saya,” kata Sri Mulyani.

Atas pertanyaan tersebut, dia menjelaskan kekayaan negara harus digunakan secara baik supaya hasilnya masuk ke kas negara.

Selain itu, semua aktivitas ekonomi harus menyetorkan pajak.

Pengangguran naik

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan jumlah pengangguran tahun 2009 bisa mencapai dua digit lagi akibat dampak krisis keuangan dunia yang dasyat.

Pemerintah Indonesia semula mengharapkan pengangguran tahun 2009 bisa turun mendekati 8%, namun karena dampak krisis global, angka pengangguran diperkirakan justru bertambah seiring dengan penurunan pertumbuhan ekonomi.

“Pengangguran tadinya kita harapkan pada level mendekati 8% atau turun dari 9%, tapi dengan adanya krisis ini penurunan itu menjadi agak sulit bahkan pengangguran itu bisa mencapai double digit lagi,” kata Sri Mulyani kepada BBC di sela-sela pertemuan G20 di London awal bulan ini.

Akan tetapi, dia optimis program fiskal dan penyesuaian kebijakan bisa membantu menekan angka pengangguran.

Lalu berapa besar dampak paket stimulus senilai Rp 73,3 triliun yang telah diumumkan bagi penyerapan tenaga kerja?

“Kalau kita melakukan penyerapan dari hal ini sendiri, terus terang kita harus melakukan exercise lebih lanjut mengenai dampak pertama dan dampak kedua,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, peluncuruan paket stimulus itu disertai dengan berbagai kelonggaran kebijakan agar masyarakat dan perusahaan tetap bertahan.

Bukan panadol

Akhir Februari lalu, DPR menyetujui paket stimulus fiskal sebesar Rp 73,3 triliun dengan tujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat daya tahan dunia usaha dan mengatasi dampak PHK melalui pembangunan infrastruktur padat karya.

Komponen pembangunan infrastruktur dialokasikan sebesar Rp 12,2 triliun. Namun menurut sejumlah pengamat, porsi komponen pembangunan infrastruktur itu terlalu kecil atau hanya 0,2% dari PDB sehingga manfaatnya diperkirakan tidak akan banyak terasa.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan paket stimulus untuk belanja infrastruktur rencananya dicairkan bulan April ini.

Adapun paket berupa penurunan pajak bagi perusahaan dan masyarakat telah diberlakukan sejak Januari tahun 2009.

Bagaimanapun, dia memperingatkan bahwa dampak paket stimulus itu tidak bisa dilihat secara nyata dalam waktu singkat.

“Kalau yang disebut stimulus fiskal itu, kita tidak bisa mengatakan hari ini kayak orang minum panadol, terus langsung minum, lima menit lagi sakitnya hilang. Kalau paket stimulus, paling cepat tiga bulan kita bisa melihat dampaknya,” tutur Sri Mulyani.

Ekonom lulusan Universitas Indonesia dan Amerika Serikat itu, ditunjuk menjadi menteri keuangan Kabinet Indonesia Bersatu menggantikan Yusuf Anwar dalam reshuffle kabinet Desember 2005.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. Dia sekarang juga merangkap sebagai Plt Menko Perekonomian.

Sri Mulyani sempat meniti karir di arena internasional sebagai konsultan USaid dan Executive Director IMF.

Sejumlah penghargaan telah diterimanya. Selama tahun 2008 saja, Sri Mulyani tercatat menerima penghargaan Menteri Keuangan Terbaik Asia dari Emerging Market dan Menteri Keuangan Terbaik dari Euro Money. Dia juga menerima penghargaan Alumni Award dari alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di bidang pemerintahan.

Komentar anda

Lisa Anggraini, Banda Aceh:
“Indonesia beruntung mempunyai mbak Ani pada posisi yang tepat sekarang. Dan kontribusi beliau besar mengangkat citra pemerintah sekarang sehingga mampu terindikasi memenangkan pemilu”.

Ihsan Ginanjar, Sukabumi:
“Saya sangat salut dengan ibu Sri, saya berharap ibu bisa menjadi inovator untuk pembangunan ekonomi Indonesia”.

Agus Ruslani, Brebes:
“Sri Mulyani merupakan salah satu wanita perkasa Indonesia abad ini. Dari sederet wakil perempuan di pemerintahan, Sri Mulyani, menurut saya, yang kinerjanya cukup bagus dibanding yang lain”.

Muhammad, Jakarta:
“Sri Mulyani idola saya yang smart. Dia sosok “pemberani” yang punya gagasan segudang dalam aspek ekonomi. Tepat sekali jika jadi Menko Perekonomian yang difinitif”.

Nurhadi, Jakarta:
“Kalau masih ada kemauan untuk mensejahterakan rakyat, pertahankan menteri keuangan seperti bu Sri ini, jangan ditokohkan menjadi RI-2 atau RI-1 tetapi tetap saja manfaatkan kepiawaiannya memegang posisi yang tepat demi kemakmuran rakyat”.

AG Paulus, Purwokerto:
“Agaknya wacana untuk memposisikan Mba Ani sebagai RI 2 perlu dipertimbangkan. Teknokrat jadi birokrat berdasar realita dan sejarah menunjukkan daya ungkit sukses yang lebih besar dari pada murni birokrat, mengapa tidak?”.

Hanif Kasring, Manokwari:
“Saya kira tidak ada yang terlalu istimewa dari seorang Sri Mulyani, sebagai seorang menteri, ia memang harus mampu melakukan terobosan-terobosan baru. Saya menilai bahwa beliau hanya kebetulan berada di belakang pimpinan eksekutif (SBY-JK) yang lagi naik daun, sehingga ibarat durian jatuh, segala kebijakan-kebijakannya menjadi seperti emas”.

(dikutip dari BBC Online Edisi 7 April 2009)

This entry was posted in Wawancara BBC April 2009. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s